Ekonomi Korea Selatan di Kuartal II-2022 Naik Tinggi, Ada Peluang Kenaikan Suku Bunga

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:32 WIB Sumber: Reuters
Ekonomi Korea Selatan di Kuartal II-2022 Naik Tinggi, Ada Peluang Kenaikan Suku Bunga

ILUSTRASI. Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan kuartal II-2022 naik secara tak teduga, karena kenaikan konsumsi. REUTERS/Heo Ran

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan kuartal II-2022 naik secara tak terduga, karena konsumsi yang kuat pasca pelonggaran pembatasan Covid-19. Kenaikan konsumsi ini mengimbangi kinerja ekspor yang buruk.

Mengutip Reuters, Selasa (26/7), Bank of Korea memperkirakan produk domestik bruto (PDB) kuartal II-2022 naik 0,7% secara kuartalan, lebih tinggi dari kuartal I-2022 yang sebesar 0,6%. Perkiraan ini juga jauh di atas survei Reuters uang memprediksi ekonomi tumbuh 0,4% di kuartal II-2022.

Para ekonom mengatakan data yang optimistis memungkinkan bank sentral, yang bulan ini menaikkan suku bunga 50 basis poin yang belum pernah terjadi sebelumnya, untuk melanjutkan pengetatan kebijakan dalam beberapa bulan mendatang.

Baca Juga: Resmi, Korea Selatan Mendukung Rencana Amerika Untuk Membatasi Harga Minyak Rusia

"Perekonomian pasti akan melambat karena inflasi yang berkepanjangan dan pendinginan ekspor, tetapi data yang solid hari ini adalah dorongan yang baik bagi bank sentral yang melihat inflasi sebagai risiko utama untuk saat ini," kata Chun Kyu-yeon, ekonom di Hana Financial Investment.

Bank of Korea telah menaikkan suku bunga kebijakan dengan gabungan 1,75% menjadi 2,25% dari rekor terendah 0,5% sejak Agustus tahun lalu, dengan ekonom memperkirakan suku bunga berada di 2,75% pada akhir tahun ini. Bank mengadakan pertemuan kebijakan berikutnya pada 25 Agustus.

Konsumsi swasta melonjak 3,0%, yang terbaik dalam setahun, setelah penurunan 0,5% pada kuartal pertama karena pemerintah pada April menghapus hampir semua pembatasan jarak sosial Covid-19.

Konsumsi yang kuat datang meskipun serangkaian agresif kenaikan suku bunga Bank of Korea sejak Agustus tahun lalu.

Perekonomian juga menerima dorongan dari peningkatan pengeluaran pemerintah setelah parlemen menyetujui anggaran tambahan 62 triliun won (US$ 47,33 miliar) beberapa minggu setelah Presiden Yoon Suk-yeol menjabat pada awal Mei.

Namun, ekspor dan pengeluaran perusahaan untuk fasilitas produksi merosot di tengah perlambatan ekonomi China dan dampak dari perang di Ukraina serta gelombang global pengetatan kebijakan moneter untuk memerangi inflasi.

Baca Juga: Korea Selatan Menargetkan Lokalisasi 50% Pasokan Bahan Baku Chip pada Tahun 2030

Ekspor menyusut 3,1% pada periode April-Juni dari kuartal sebelumnya, penurunan terbesar dalam dua tahun. Investasi modal turun untuk kuartal keempat berturut-turut sebesar 1,0% menyusul kontraksi 3,9% pada periode Januari-Maret.

Ekonomi terbesar keempat di Asia itu tumbuh 2,9% year on year pada kuartal kedua, lebih cepat dari ekspektasi analis untuk pertumbuhan 2,5% tetapi lebih lambat dari pertumbuhan 3,0% pada kuartal pertama. ($ 1 = 1.309.8700 won)

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru