Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - RIYADH. Ekspor minyak mentah Arab Saudi ke China diperkirakan turun tajam pada pengapalan Juni 2026. Kondisi ini menandakan gangguan pasokan energi global masih berlanjut di tengah konflik kawasan Timur Tengah dan terganggunya jalur pelayaran utama.
Berdasarkan informasi para pedagang yang dikutip Bloomberg (12/5), volume ekspor Arab Saudi ke China pada Juni hanya berkisar 13 juta hingga 14 juta barel. Angka tersebut merosot dibandingkan pengapalan Mei yang mencapai sekitar 20 juta barel.
Padahal, sebelum konflik Iran pecah, Arab Saudi umumnya menyalurkan sekitar 40 juta hingga 50 juta barel per bulan ke China, yang merupakan importir minyak mentah terbesar dunia.
Gangguan utama berasal dari tertutupnya sebagian besar jalur Selat Hormuz, salah satu rute perdagangan energi paling vital di dunia. Situasi itu memaksa Arab Saudi memangkas total ekspor, meski sebagian pasokan dialihkan melalui terminal Yanbu di Laut Merah.
Baca Juga: Arab Saudi Berpotensi Pangkas Harga Minyak untuk Pasar Asia dari Rekor Tinggi
Para pedagang menyebut seluruh pengiriman minyak Arab Saudi ke China untuk muatan Juni akan dilakukan melalui terminal Yanbu. Langkah ini menunjukkan upaya kerajaan menjaga suplai ke pasar Asia di tengah hambatan logistik.
Selain kendala distribusi, tingginya harga jual resmi atau official selling price (OSP) juga menjadi faktor penurunan permintaan. Saudi Aramco menetapkan harga jual Juni di level yang dinilai lebih mahal dibanding harga spot minyak mentah Timur Tengah lainnya, seperti Murban crude dan Oman crude.
Dua kilang di Eropa bahkan dilaporkan tidak mengajukan permintaan pasokan kontrak dari Arab Saudi untuk Juni, sebagian karena tingginya harga tersebut.
Penurunan ekspor Arab Saudi ke China berpotensi menjadi sentimen baru bagi pasar energi global. Jika gangguan pasokan berlanjut, harga minyak dunia berisiko tetap volatil dalam beberapa waktu ke depan.
Baca Juga: Arab Saudi dan Filipina Masuk Indeks Obligasi Emerging Markets JPMorgan Mulai 2027













