kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

El Niño Picu Kemunculan Spesies Eksotis di Perairan California


Sabtu, 17 Oktober 2026 / 18:33 WIB
El Niño Picu Kemunculan Spesies Eksotis di Perairan California
ILUSTRASI. Populasi Hiu Paus di Papua terungkap dari Riset 13 Tahun. (DOK/Konservasi Indonesia)


Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - DANA POINT, CALIFORNIA. Ikan *longfin bigeye* terlihat di California untuk pertama kalinya pada bulan lalu, dan untuk pertama kalinya pula penyu laut bersarang di pantai-pantai California. 

Sementara itu, seekor ular laut berperut kuning yang berbisa terdampar di pesisir, sementara hiu paus dan hiu martil berenang tidak jauh dari garis pantai.

Berbagai spesies eksotis telah mendatangi pesisir California sejak fenomena cuaca El Niño yang sangat kuat melanda tahun ini. 

El Niño, yang terjadi secara alami setiap beberapa tahun, membawa air laut hangat ke wilayah yang lebih utara, sekaligus membawa spesies tropis bersamanya. 

Baca Juga: FDA India Selidiki Reliance dan Zomato soal Dugaan Peredaran Pangan Kedaluwarsa

Hal ini menyuguhkan pemandangan menakjubkan di California, yang kini semakin terlihat jelas berkat kehadiran teknologi drone dan video.

"Ada semacam kehebohan. Para nelayan tentu saja menyukainya. Saya pun sama tertariknya dengan orang lain. Ini masa-masa yang tidak biasa," ujar Nate Jaros, wakil presiden bidang perawatan hewan di Aquarium of the Pacific di Long Beach.

Spesies lain yang muncul antara lain ikan terbang dan pari manta.

Sebelum kedatangan fenomena ini, California telah mengalami gelombang panas laut yang tidak lazim. 

Fenomena tahun ini terjadi bersamaan dengan serangkaian badai di Pasifik bagian timur, yang memicu kenaikan permukaan laut serta gelombang besar yang telah menghancurkan rumah-rumah dan mengikis pasir di sejumlah pantai di California Selatan. 

Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak lebih lanjut yang mungkin terjadi musim dingin ini, California telah menetapkan status darurat.

Namun, fenomena ini membawa berkah bagi pelaku usaha seperti Dana Wharf Sportfishing & Whale Watching. 

Salah satu pemiliknya, Donna Kalez, mengatakan bahwa tahun ini para pemancing berhasil menangkap 5.000 ekor tuna sirip kuning (yellowfin tuna), jauh meningkat dibandingkan hanya dua ekor pada tahun lalu. 

Mereka juga berhasil menangkap ikan wahoo dan dorado yaitu ikan berwarna hijau dengan kepala tumpul yang bentuknya menyerupai buldoser.

"Ikan dorado sangat menarik karena mereka sangat akrobatik, mereka sering melompat keluar dari air. Kami menangkapnya di sekitar hamparan rumput laut (kelp), dan itu sungguh pengalaman yang mendebarkan," kata Kalez. 

Para ahli memperkirakan kondisi akan kembali normal setelah fenomena El Niño berakhir tahun depan. 

Menurut para ahli, dampak buruk jangka pendek yang paling signifikan mungkin dirasakan oleh rumput laut (kelp), yang tumbuh subur di perairan dingin dan menjadi habitat bagi berbagai spesies.

"Kondisi ini mungkin menguntungkan bagi beberapa jenis hiu, namun bisa jadi merugikan bagi jenis lainnya," ujar Chris Lowe, direktur Shark Lab di California State University, Long Beach. 

"Bagi hewan yang tidak bisa berpindah tempat, ini menjadi masalah yang lebih besar, bukan? Sebagian besar hiu memiliki mobilitas tinggi, sehingga mereka bisa dengan mudah berpindah ke lokasi lain."

Ular laut berperut kuning (yellow-bellied sea snake) mungkin memiliki taring beracun, tetapi tidak mampu berenang selincah hiu besar. 

Pada bulan September, saat seekor ular yang tampak sakit terdampar di pantai Orange County, seorang pengunjung pantai menggunakan pelepah palem untuk mengangkatnya dari pasir dan mengembalikannya ke laut. 

Berdasarkan rekaman video ponsel, Jaros meyakini bahwa hewan tersebut adalah ular laut berperut kuning (Hydrophis platurus).

Menurut William Ludt, kurator asosiasi bidang iktiologi di Natural History Museum of Los Angeles County, sejauh ini hanya ada enam atau tujuh penampakan yang terkonfirmasi di California. Penampakan terakhir yang tercatat terjadi saat peristiwa El Niño tahun 2015–2016.

Selama periode El Niño, berbagai jenis hiu eksotis,seperti hiu paus yang dikenal sebagai raksasa lembut sekaligus ikan terbesar di Bumi, serta hiu martil yang berpenampilan lebih garang kerap muncul di perairan California. 

Keduanya sempat terlihat baru-baru ini. Lowe menambahkan bahwa area pembibitan hiu putih (white shark nursery) kembali muncul di Teluk Santa Monica untuk pertama kalinya sejak 2011 di sana, hiu-hiu muda tampak berenang dengan bebas tanpa mengganggu manusia.

Ludt menyebutkan bahwa spesies ikan longfin bigeye tercatat untuk pertama kalinya di California tahun ini, setelah seorang pemancing menangkapnya di dermaga Venice Fishing Pier, Los Angeles. 

Selain itu, pada bulan September, ditemukan dua sarang penyu lekang (olive ridley sea turtle) di pantai Orange County. 

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat, ini merupakan catatan pertama kalinya sarang penyu dari spesies apa pun ditemukan di pesisir barat Amerika Serikat. 

Yang pertama ditemukan oleh seorang pengunjung pantai di Seal Beach pada tanggal 16 September, sementara yang kedua ditemukan oleh petugas penjaga pantai di wilayah tetangga, Huntington Beach, tiga hari kemudian, ungkap para pejabat.

Dan spesies baru lainnya mungkin saja akan muncul.

"Kita belum sepenuhnya melewati peristiwa ini," ujar Ludt. "Situasinya masih terus berlangsung."

Baca Juga: Pemulihan Berjalan Lancar, Paus Leo Direncanakan Keluar dari Rumah Sakit Sabtu Sore




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×