Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perusahaan minyak besar Amerika Serikat (AS), ExxonMobil, menangguhkan operasional di fasilitas di lepas pantai Guyana. Penangguhan tersebut dilakukan setelah kebakaran terjadi di ruang cuci di sebuah kapal terapung, lapor Bloomberg News pada hari Minggu (23/8/2026), mengutip pernyataan perusahaan.
Menurut laporan tersebut, kebakaran di kapal produksi, penyimpanan, dan bongkar muat terapung Liza Unity dengan cepat dipadamkan. Tetapi bongkar muat minyak mentah ExxonMobil terpengaruh oleh penghentian sementara tersebut.
ExxonMobil tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters di luar jam kerja reguler.
Baca Juga: Segera IPO di Hong Kong, Valuasi Shein Diproyeksi Capai US$ 27 Miliar
Operasional dihentikan sementara sebagai bagian dari respons keselamatan yang telah ditetapkan perusahaan dan akan dilanjutkan setelah selesainya pemeriksaan yang diperlukan, demikian laporan tersebut.
Lebih lanjut ExxonMobil bilang, semua staf di atas kapal selamat dan keberadaannya telah dipastikan.
Menurut data pemerintah terbaru, produksi minyak konsorsium ExxonMobil di Guyana mencapai 895.000 barel per hari pada bulan Mei dan 869.000 barel per hari pada bulan Juni.














