kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.035   35,00   0,21%
  • IDX 7.109   -75,92   -1,06%
  • KOMPAS100 983   -10,00   -1,01%
  • LQ45 720   -6,31   -0,87%
  • ISSI 254   -2,76   -1,07%
  • IDX30 391   -2,50   -0,64%
  • IDXHIDIV20 485   -1,84   -0,38%
  • IDX80 111   -1,00   -0,89%
  • IDXV30 135   -0,04   -0,03%
  • IDXQ30 127   -0,77   -0,60%

Freeport fokus pengembangan operasi bawah tanah


Selasa, 17 Desember 2019 / 17:02 WIB
ILUSTRASI. Pertambangan emas dan tembaga PT Freeport Indonesia - Tambang Grasberg di Tembagapura, Mimika, Papua. KONTAN/Lamgiat Siringoringo/18/08/2018


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mengutip pemberitaan Bloomberg, Kepala Freeport-McMoRan Inc. bilang perusahaan mungkin berada dalam posisi untuk mempertimbangkan M&A (Merger & Akuisisi) skala besar dalam beberapa tahun.

Akan tetapi untuk saat ini, perusahaan memilih berfokus pada pengembangan operasi bawah tanah meliputi tambang tembaga dan emas di Indonesia.

Baca Juga: Dapat Jatah 700 Ribu Ton, Freeport Maksimalkan Kuota Ekspor Konsentrat Tembaga

“Sebagai perusahaan, kita melihat masa depan di mana kita akan memiliki sejumlah alternatif strategis untuk dipertimbangkan," ungkap Kepala Eksekutif Freeport Richard Adkerson, Senin (16/12).

Adkerson melanjutkan, dalam dua tahun, Penambang yang berbasis di Phoenix mengharapkan arus kas menjadi dua kali lipat serta peningkatan produksi tembaga dan emas dan penurunan biaya sebesar 25% lewat Tambang Grasberg.

Lebih jauh Adkerson bilang investor sedang menunggu tonggak sejarah dalam suatu industri dimana tengah dihadapkan pada kelangkaan aset tembaga dan emas. Hal ini membuat merger dan akuisisi menjadi kemungkinan untuk dilakukan di masa depan.

Baca Juga: Freeport Indonesia terus mengembangkan proyek tambang bawah tanah dan smelter

Pekan lalu, CEO Barrick Gold Corp Mark Bristow menegaskan tentang potensi ikatan antara perusahaannya dan Freeport. Barrick yang berfokus pada apa yang disebut tier-one aset emas berarti perlu mempertimbangkan Freeport sebagai potensi target.

Kendati demikian, Adkerson memastikan perusahaan penambang emas yang ramah dan berbasis di Toronto ini tidak ingin gegabah.

"Saya tidak mengomentari komentar Mark. Tapi, seperti yang bisa anda bayangkan, kita dan orang lain terus-menerus didekati oleh bankir dan orang lain dengan peluang. Kami akan punya kesempatan untuk mengevaluasi peluang tersebut dalam jangka waktu itu, tetapi untuk periode saat ini kami benar-benar fokus pada strategi saat ini," kata Adkerson.

Baca Juga: Realisasi kuota ekspor Freeport Indonesia sesuai target

Masih menurut Adkerson, peluang tersebut dapat mencakup akuisisi oleh Freeport. Selain meningkatkan tambang bawah tanah Grasberg, Freeport akan mulai memproduksi tembaga di proyek Lone Star di Arizona tahun depan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×