kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

UE Pertimbangkan Relaksasi Sanksi terhadap Produsen Semikonduktor China


Jumat, 22 Mei 2026 / 20:50 WIB
UE Pertimbangkan Relaksasi Sanksi terhadap Produsen Semikonduktor China
ILUSTRASI. Uni Eropa (REUTERS/Yves Herman)


Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Komisi Eropa mengusulkan keringanan selama sembilan bulan untuk transaksi dengan perusahaan semikonduktor Tiongkok yang terdaftar dalam paket sanksi ke-20 terhadap Rusia, kata juru bicara Komisi pada hari Jumat (22/5).

“Perusahaan tersebut, Yangzhou Yangjie Electronic, akan tetap berada dalam daftar sanksi Uni Eropa, tetapi keringanan sementara ini akan memungkinkan produsen mobil untuk menemukan pasokan chip alternatif dan menghindari gangguan serius", kata juru bicara tersebut.

Baca Juga: WHO Naikkan Risiko Wabah Ebola di Kongo Menjadi Sangat Tinggi di Tingkat Nasional

Negara-negara Uni Eropa harus menyetujui proposal tersebut secara bulat agar tindakan tersebut berlaku.

Produsen mobil Eropa semakin bergantung pada Yangzhou Yangjie Electronic untuk menggantikan produk dari pesaing Tiongkok yang sebelumnya masuk dalam paket sanksi Rusia.

"Perusahaan ini ditambahkan ke daftar sanksi kami karena mereka telah secara signifikan membantu kemampuan militer Rusia. Produk mereka telah ditemukan di drone dan bom luncur yang digunakan oleh pasukan Rusia di Ukraina," kata juru bicara tersebut.

Tujuan sanksi kami adalah untuk mengubah perilaku dan kami berupaya menemukan keseimbangan untuk memastikan sanksi tersebut tidak akan menimbulkan dampak signifikan di Uni Eropa.

Baca Juga: Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Naik Jadi 12, WHO Minta Pengawasan Diperketat




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×