CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

G7 Bakal Siapkan US$600 Miliar untuk Menyaingi Belt and Road Initiative China


Senin, 27 Juni 2022 / 10:12 WIB
G7 Bakal Siapkan US$600 Miliar untuk Menyaingi Belt and Road Initiative China
ILUSTRASI. Para pemimpin negara G7 di KTT G7 di Brussels, Belgia, 24 Maret 2022. Michael Kappeler / Pool via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - KRUN. Para pemimpin negara G7 menegaskan kembali tekadnya untuk menyaingi program investasi Belt and Road China dengan menyiapkan dana mencapai US$ 600 Miliar. Dana besar itu diharapkan bisa terkumpul dalam lima tahun.

Bertemu di Schloss Elmau, Jerman, pada hari Minggu (26/6), para pemimpin G7 resmi meluncurkan kembali program tersebut dengan nama "Kemitraan untuk Infrastruktur dan Investasi Global".

Presiden Joe Biden, berjanji bahwa AS akan mengatur penyediaan dana senilai US$ 200 miliar dalam bentuk hibah, dana federal, dan investasi swasta selama lima tahun. Dana itu akan digunakan untuk mendukung proyek-proyek di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Negara yang dipilih harus sejalan dengan program G7 untuk mengatasi perubahan iklim serta meningkatkan kesehatan global, kesetaraan gender, dan infrastruktur digital.

Baca Juga: G20 Berencana Kumpulkan Dana Persiapan Pandemi Sebesar US$ 1,5 Miliar Tahun Ini

"Ini bukan bantuan atau amal. Ini adalah investasi yang akan memberikan hasil bagi semua orang. Negara-negara akan melihat manfaat nyata dari bermitra dengan (negara-negara) demokrasi," ungkap Biden, seperti dikutip Reuters.

Lebih lanjut, Biden menegaskan bahwa ratusan miliar dolar sisanya bisa saja datang dari bank pembangunan multilateral, lembaga keuangan pembangunan, dana kekayaan negara dan lainnya.

Biden menyoroti beberapa proyek kelas kakap, salah satunya adalah pengembangan tenaga surya senilai US$ 2 miliar di Angola dengan dukungan dari Departemen Perdagangan, Bank Ekspor-Impor AS, perusahaan AS AfricaGlobal Schaffer, dan pengembang proyek AS Sun Africa.

Dengan bantuan G7 dan Uni Eropa, AS juga akan memberikan bantuan teknis sebesar US$ 3,3 juta kepada Institut Pasteur de Dakar di Senegal untuk mengembangkan fasilitas manufaktur multi-vaksin fleksibel skala industri. Tujuan akhirnya adalah membuat Senegal mampu menghasilkan vaksin untuk Covid-19 dan penyakit lain secara mandiri.

Baca Juga: Perketat Sanksi, Biden Desak Anggota G7 untuk Melarang Impor Emas dari Rusia

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, Eropa siap untuk mengumpulkan € 300 miliar selama periode yang sama.

Para pemimpin dari Italia, Kanada, dan Jepang juga sudah merancang program pendanaan dan akan mengumumkannya secara terpisah. Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tidak hadir pada pertemuan tersebut, namun keduanya memastikan akan berpartisipasi dalam program investasi global ini.

Program Belt and Road Initiative (BRI) yang dijalankan China merupakan skema investasi global di lebih dari 100 negara serta organisasi internasional. Bidang infrastruktur menjadi fokus utama BRI.

Skema investasi China ini pada dasarnya bertujuan untuk mengembangkan pembangunan ekonomi serta konektivitas antara wilayah yang menjadi target investasi. 

Beberapa sektor yang telah merasakan manfaat Belt and Road Initiative antara lain adalah pelabuhan, jalan raya, rel kereta api, bandara, jembatan, serta pembangkit listrik tenaga batu bara. BRI dianggap jadi inti dari kebijakan luar negeri Presiden China Xi Jinping sejak diresmikan tahun 2013.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×