kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.047.000   8.000   0,26%
  • USD/IDR 16.875   -95,00   -0,56%
  • IDX 7.453   115,32   1,57%
  • KOMPAS100 1.039   19,04   1,87%
  • LQ45 761   10,81   1,44%
  • ISSI 263   5,34   2,07%
  • IDX30 401   3,97   1,00%
  • IDXHIDIV20 494   1,25   0,25%
  • IDX80 117   2,10   1,83%
  • IDXV30 135   1,48   1,11%
  • IDXQ30 129   0,75   0,59%

Konflik Iran Memanas, Australia Kirim Pesawat Pengintai dan Rudal ke UEA


Selasa, 10 Maret 2026 / 14:32 WIB
Konflik Iran Memanas, Australia Kirim Pesawat Pengintai dan Rudal ke UEA
ILUSTRASI. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese (Oleksiy Kuleba via Telegram/Handout via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Pemerintah Australia mengumumkan akan mengerahkan pesawat pengintai militer ke kawasan Timur Tengah serta mengirimkan rudal ke Uni Emirat Arab sebagai bagian dari dukungan pertahanan terhadap negara-negara Teluk. Namun, Canberra menegaskan tidak akan menempatkan pasukan darat di Iran.

Perdana Menteri Anthony Albanese pada Selasa menyatakan bahwa dukungan militer Australia bersifat defensif dan bertujuan membantu negara-negara Teluk melindungi diri dari serangan yang tidak diprovokasi dari Iran.

“Keterlibatan kami murni bersifat defensif,” ujar Albanese kepada wartawan. Ia menegaskan Australia tidak berperan sebagai pihak yang memicu konflik. Menurutnya, langkah tersebut juga dilakukan untuk melindungi warga negara Australia yang berada di kawasan tersebut serta mendukung sekutu dekatnya, Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Qantas Naikkan Tarif Penerbangan Internasional Imbas Lonjakan Harga Bahan Bakar

Australia Kerahkan Pesawat Pengintai Wedgetail

Sebagai bagian dari dukungan keamanan regional, Australia akan mengirim satu unit pesawat peringatan dini dan pengendalian udara E-7A Wedgetail buatan Boeing. Pesawat ini dirancang untuk memantau wilayah udara dan memberikan peringatan dini terhadap potensi ancaman.

Pesawat tersebut akan dikerahkan selama empat minggu pada tahap awal untuk membantu melindungi wilayah udara negara-negara Teluk di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

Selain itu, Australia juga akan menyediakan rudal udara-ke-udara jarak menengah canggih kepada Uni Emirat Arab. Keputusan tersebut diambil setelah Albanese melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Dampak Konflik Iran terhadap Jalur Energi Global

Ketegangan yang meningkat antara Iran dan sejumlah negara di kawasan telah berdampak pada jalur perdagangan energi global. Konflik tersebut secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur laut strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.

Baca Juga: Bursa Jepang Rebound, Nikkei Ditutup Naik 2,88% di Tengah Upaya Redam Gejolak Minyak

Penutupan jalur tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global serta potensi lonjakan harga minyak dan LNG.

Ribuan Warga Australia Dievakuasi dari Timur Tengah

Ketika konflik pecah sekitar 11 hari lalu, diperkirakan terdapat sekitar 115.000 warga Australia yang berada di kawasan Timur Tengah. Sejak saat itu, sekitar 2.600 warga Australia telah berhasil kembali ke tanah air menggunakan penerbangan komersial.

Proses pemulangan warga dilakukan ketika sejumlah kota di kawasan Teluk mengalami serangan bombardir dari Iran.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×