Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Australia menegaskan tidak akan terlibat dalam operasi militer terkait konflik Iran, meskipun eskalasi ketegangan di Timur Tengah terus meningkat menyusul serangan terbaru Israel ke Teheran dan balasan rudal dari Iran.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong pada Senin (2/3/2026). Ia menegaskan Canberra tidak akan mengirimkan pasukan ke kawasan tersebut jika konflik meluas.
“Australia tidak menjadi pihak utama dalam isu-isu di Timur Tengah. Kami tidak berpartisipasi dalam serangan ini dan kami tidak memperkirakan akan berpartisipasi di masa mendatang,” ujar Wong kepada Channel Nine.
Baca Juga: Bursa Australia Turun di Tengah Eskalasi Timur Tengah, Saham Energi dan Emas Menguat
Eskalasi terjadi setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan pada Sabtu. Sementara itu, Amerika Serikat melaporkan korban pertama dari pihak militernya dalam konflik ini.
Presiden AS Donald Trump bahkan mengisyaratkan konflik bisa berlangsung hingga empat pekan ke depan.
Fokus Evakuasi Warga Negara Australia
Wong mengatakan pemerintah tengah berdiskusi dengan maskapai penerbangan untuk membantu warga Australia yang terjebak di kawasan Timur Tengah.
Namun, ia mengakui upaya evakuasi akan sulit dilakukan selama wilayah udara di sebagian besar kawasan masih ditutup.
“Kami memahami betapa menegangkan dan sulitnya situasi ini, dan kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk memberikan informasi serta dukungan. Situasinya sangat menantang,” kata Wong kepada wartawan di Canberra.
Baca Juga: AS Kerahkan AI Anthropic, Bomber B-2 hingga Drone Bunuh Diri dalam Serangan ke Iran
Diperkirakan sekitar 115.000 warga Australia berada di kawasan tersebut. Wong menyebut opsi paling realistis untuk memulangkan mereka adalah menunggu maskapai komersial kembali beroperasi.
Ia menolak memastikan apakah pemerintah akan mengoperasikan penerbangan repatriasi khusus.
“Selama ada konflik dan wilayah udara belum dibuka, baik penerbangan Australia maupun komersial tidak dapat beroperasi,” tegasnya.
Perjalanan udara menuju Timur Tengah yang menjadi hub penting bagi rute Australia ke Asia dan Eropa masih terganggu. Maskapai Etihad Airways dan Emirates dilaporkan membatalkan sejumlah penerbangan dari Australia.
Pengamanan Personel Militer
Menteri Pertahanan Richard Marles menyatakan pemerintah telah mengambil langkah pengamanan bagi sekitar 100 personel pertahanan Australia yang ditempatkan di Pangkalan Udara Al Minhad dekat Dubai.
Baca Juga: Harga Minyak Meroket 9%, Selat Hormuz Jadi Perhatian Utama Pasar
Pangkalan tersebut digunakan untuk mendukung misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dengan sikap tegas tidak ikut campur secara militer, Australia menempatkan fokus pada keselamatan warganya dan stabilitas regional, sembari terus memantau perkembangan konflik yang kian tidak menentu di Timur Tengah.













