kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45749,52   23,69   3.26%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Gara-gara 737 MAX, Boeing derita kerugian pertama kali sejak 1997


Rabu, 29 Januari 2020 / 22:05 WIB
Gara-gara 737 MAX, Boeing derita kerugian pertama kali sejak 1997
ILUSTRASI. Pesawat jet penumpang baru Boeing 777X melakukan penerbangan perdana pada 27 Januari 2019, dan akan memasuki fase berikutnya dalam program uji terbang yang sangat ketat.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - CHICAGO. Boeing Co mencatat kerugian pertama sejak 1997 menyusul kenaikan biaya kompensasi 737 MAX, dan mengindikasikan akan kembali memangkas produksi 787 Dreamliner yang saat ini jadi sumber utama pendapatan mereka.

Kerugian Boeing tahun lalu mencapai US$ 2,53 miliar. Padahal tahun sebelumnya, pabrikan pesawat asal Amerika Serikat (AS) ini mengantongi laba mencapai US$ 3,87 miliar.

Arus kas Boeing juga negatif sebesar US$ 2,67 miliar di kuartal keempat tahun lalu. Sedang periode sama tahun sebelumnya, mereka mencatat arus kas positif sebesar US$ 2,45 miliar.

Baca Juga: Dapat pinjaman, Boeing mulai ekspansi di tahun ini

Kerugian tersebut tak lepas dari lonjakan biaya kompensasi 737 Max. Biaya terkait grounded pesawat itu tahun lalu mencapai US$ 14,6 miliar, dan tahun ini kemungkinan sebesar US$ 4 miliar. Boeing sebelumnya memperkirakan biayanya hanya US$ 8 miliar.

Pesawat 737 MAX yang grounded sejak Maret 2019 setelah dua kecelakaan yang menewaskan 346 orang memaksa Boeing menghentikan produksinya bulan ini, dan menyebabkan pemecatan Chief Executive Officer (CEO) Dennis Muilenburg.



TERBARU

[X]
×