kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Gara-gara corona, ekspor Korea Selatan dalam 20 hari pertama bulan April anjlok 27%


Selasa, 21 April 2020 / 09:49 WIB
Gara-gara corona, ekspor Korea Selatan dalam 20 hari pertama bulan April anjlok 27%
ILUSTRASI. Ekspor Korea Selatan anjlok 27% pada periode 1-20 April 2020


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Ekspor Korea Selatan merosot hampir 27% dalam 20 hari pertama di bulan April. Sentimen utama datang karena pandemi virus corona yang melumpuhkan aktivitas manufaktur global dan menghancurkan permintaan konsumen.

Layanan Pabean Korea Selatan pada Selasa (21/4) melaporkan, ekspor turun 26,9% dari tahun sebelumnya, membalikkan pertumbuhan 9,3% pada periode 1-20 Maret. Selain itu, impor Negeri Ginseng juga ambruk 18,6% dibandingkan periode yang sama di bulan Maret yang tumbuh 4,0%.

"Data hari ini datang karena ekonomi global berada dalam kondisi yang buruk, sementara penutupan pabrik-pabrik komponen mobil di luar negeri dan anjloknya harga produk-produk petrokimia berdampak negatif," kata seorang pejabat badan bea cukai kepada Reuters.

Baca Juga: Warga Korea Selatan mulai kembali bekerja ke kantor dan memadati mall

Rincian data perdagangan menunjukkan penjualan semikonduktor di luar negeri, barang terlaris di negara itu, anjlok 14,9%, sementara produk-produk petrokimia, komponen mobil dan perangkat nirkabel masing-masing anjlok 53,5%, 49,8% dan 30,7%.

Menurut tujuan, pengiriman ke mitra dagang terbesar China turun 17,0%, bahkan ketika pabrik-pabrik di sana melanjutkan operasi, sementara yang ke Amerika Serikat dan Uni Eropa merosot masing-masing 17,5% dan 32,6%.




TERBARU

[X]
×