kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Gara-gara ini, NBA hampir kehilangan seluruh sponsor utama dari China


Rabu, 09 Oktober 2019 / 19:08 WIB

Gara-gara ini, NBA hampir kehilangan seluruh sponsor utama dari China
ILUSTRASI. A man walks past an NBA logo at an NBA exhibition in Beijing, China October 8, 2019. REUTERS/Jason Lee

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Asosiasi Bola Basket Nasional Amerika Serikat (AS) atau The National Basketball Association (NBA) hampir kehilangan semua sponsor utamanya sebagai buntut dari kicauan manager klub Houston Rockets di media sosial yang menyatakan dukungannya terhadap tuntutan pro demokrasi di Hong Kong.

Pada Jumat lalu, manajer umum Houston Rockets Daryl Morey dari liga MBA menyatakan dukungannya terhadap protes pro-demokrasi di Hong Kong lewat twitter. Kicauan itu membuat geram penggemar China dan bikin para perusahaan penyiaran dan sponsor memutuskan hubungan dengan NBA. Padahal, China adalah pasar terbesar NBA di luar AS.

Yang terbaru, perusahaan patungan lokal Nissan Motor Co menjauh diri dari liga AS bergabung dengan pembuat pakaian olahraga terbesar di China, perusahaan susu terbesar kedua dan merek smartphone.

Baca Juga: Ketika bos klub basket Amerika dibully di China karena mendukung demonstran Hong Kong

Stasiun Televisi milik negara China yakni CCTV dan raksasa teknologi Tencent Holdings Ltd juga mengatakan tidak akan menampilkan pertandingan pra-musim NBA. 

Kicauan pejabat Houston Rockets tersebut telah membahayakan NBA di pasar bernilai miliaran dolar.

"Beijing mengambil sikap tanpa toleransi terhadap campur tangan asing apa pun dalam urusan internalnya. Ini alasanya mereka mengadopsi sikap garis keras seperti itu," kata Hugo Brennan, analis utama Asia di konsultasi risiko global Verisk Maplecroft yang dikutip Bloomberg, Rabu (9/10).

Cina memang kian sensitif ketika tantangan meningkat di berbagai bidang. Perang dagang memperparah perlambatan dalam ekonominya yang mencapai US$ 13,6 triliun itu, sementara protes pro-demokrasi di Hong Kong menimbulkan pertanyaan tentang kemampuannya mengendalikan wilayah semi-otonom itu. 

Itu membuat tweet manajer umum Houston Rockets yang kini telah dihapus itu sangat menjengkelkan Beijing.

Dongfeng Motor Co yakni perusahaan patungan Nissan, menghentikan kerjasamanya dengan NBA. Sementara Mengniu Group, yang memiliki perusahaan susu dan merupakan mitra pemasaran lama NBA mengatakan dengan tegas menentang semua kata dan perbuatan yang menantang kedaulatan nasional China dan membahayakan stabilitas sosial China.

Anta Sports Products Ltd, sebuah perusahaan pakaian olahraga dan sepatu sneaker yang merekrut NBA sebagai duta merek, mengatakan bahwa tweet Morey itu sangat salah. 
Produsen ponsel pintar, Vivo, juga mengatakan sedang mengundurkan diri dari kerjasama dengan NBA dan Master Kong yakni pembuat mie instan dan minuman telah mengakhiri semua kegiatan pemasaran yang terkait dengan NBA.

Luckin Coffee Inc, saingan lokal untuk Starbucks Corp, juga menghentikan semua kerja sama dengan acara lokal NBA. Ctrip.com International, agen perjalanan online, mengatakan di akun Weibo-nya bahwa mereka menghapus semua tiket dan produk yang terkait dengan NBA dari situs webnya.

Baca Juga: Dari jualan sepatu, Michael Jordan jadi pebasket terkaya

Acara malam penggemar yang direncanakan digelar pada Rabu (9/10) yang menampilkan pemain NBA dan bintang pop China telah dibatalkan. Selebriti setempat telah memutuskan untuk mundur dari acara awal minggu ini. 

Para pekerja terlihat sedang melepaskan spanduk NBA raksasa di sebuah mal di pusat kota Shanghai, sementara CCTV yang dikelola pemerintah mengatakan liga harus meminta maaf kepada penggemar China dan menarik komentarnya.

Reaksi China semakin intensif setelah Komisaris NBA Adam Silver membela hak Morey untuk kebebasan berbicara. Silver menolak untuk meminta maaf dan mengatakan NBA tidak mendikte apa yang orang bisa atau tidak bisa katakan, memicu kemarahan lebih lanjut di negara yang membatasi kebebasan berbicara. Global Times, yang didukung Partai Komunis China, membalas dengan tweet yang mengatakan kebebasan berbicara tidak pernah gratis.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan

Tag
Terpopuler

Close [X]
×