kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45754,18   -2,20   -0.29%
  • EMAS1.007.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.30%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Gara-gara Trump ingin bunuh al-Assad, Suriah sebut AS sebagai negara nakal


Kamis, 17 September 2020 / 10:46 WIB
Gara-gara Trump ingin bunuh al-Assad, Suriah sebut AS sebagai negara nakal
ILUSTRASI. Suriah mengecam pernyataan Trump tentang rencananya untuk membunuh sang presiden, Bashar al-Assad.

Sumber: Al Jazeera | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - DAMASKUS. Membalas pernyataan Presiden AS Donald Trump yang ingin membunuh Presiden Suriah Bashar al-Assad, kini Suriah melabeli AS dengan sebutan 'negara nakal'.

Pernyataan balasan ini dilontarkan langsung oleh Kementerian Luar Negeri Suriah dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita SANA.

"Penakuan Trump atas langkah seperti itu menegaskan bahwa pemerintah AS adalah negara yang nakal," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah seperti dikutip dari Al Jazeera.

Dalam pernyataannya, Suriah menilai bahwa Trump menunjukkan taktik yang sama dengan kelompok teroris yang menargetkan pembunuhan.

Baca Juga: Warga Palestina memprotes kesepakatan normalisasi Arab dengan Israel

Donald Trump ingin membunuh Bashar al-Assad

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan, dia pernah berniat membunuh Presiden Suriah Bashar al-Assad pada 2017. Dalam wawancaranya dengan Fox & Friends (16/9), Trump menuturkan niatnya dicegah menteri pertahanan saat itu, Jim Mattis.

Donald Trump menerangkan dia sudah mempunyai persiapan untuk membunuh Bashar al- Assad, dan tinggal mengeksekusinya.

"Mattis tidak ingin melakukannya. Dia adalah jenderal yang terlalu dilebih-lebihkan performanya. Jadi saya mendepaknya," kata Presiden Donald Trump.

Bagi Trump, Bashar al-Assad adalah sosok tidak baik hingga dia berambisi untuk membunuhnya. "Namun Mattis menentangnya. Mattis hampir selalu menentang apa pun yang saya rencanakan tentang itu (Assad)," jelas Trump.

Dalam buku "Fear: Trump in the White House" karya jurnalis Bob Woodward, saat itu Trump ingin melenyapkan Assad setelah dia melancarkan serangan kimia kepada warga sipil pada April 2017.

Jenderal Mattis yang menentang keputusan tersebut hanya mengusulkan serangan udara skala kecil yang tak bakal membahayakan Assad.

Selanjutnya: Presiden Donald Trump benarkan ingin bunuh Presiden Suriah, ini alasannya



TERBARU

[X]
×