kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Gempa M 7,7 Guncang Panama, Operasional Terusan Panama Tetap Normal


Sabtu, 10 Oktober 2026 / 17:30 WIB
Gempa M 7,7 Guncang Panama, Operasional Terusan Panama Tetap Normal
ILUSTRASI. PANAMA-CANAL/ (REUTERS/Enea Lebrun)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah selatan Panama pada Jumat (9/10/2026).

Meski merusak sejumlah bangunan dan membuat ribuan warga berhamburan ke jalan, negara di Amerika Tengah tersebut sejauh ini terhindar dari kerusakan besar dan korban jiwa.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan, gempa terjadi pada kedalaman 12,6 kilometer dengan pusat gempa di kawasan yang jarang penduduknya, sekitar 200 kilometer dari ibu kota Panama City.

Baca Juga: Taiwan Tolak Tunduk ke China, Lai Ching-te Tegaskan Komitmen Pertahanan

USGS memperingatkan kemungkinan jatuhnya korban. Namun, hingga beberapa jam setelah kejadian, belum ada laporan korban tewas maupun luka-luka.

Aktivitas sejumlah infrastruktur penting juga dilaporkan tetap berjalan normal. Terusan Panama dan tambang tembaga Cobre Panama menyatakan operasional mereka tidak terganggu.

Sementara itu, Bandara Internasional Tocumen kembali membuka penerbangan setelah sempat menghentikan operasional.

Di pusat bisnis Panama City, gempa membuat ribuan pekerja perkantoran bergegas keluar dari gedung. Situasi tersebut memicu kemacetan lalu lintas dan menyulitkan warga untuk pulang ke rumah.

"Semua gedung ini dievakuasi. Semua orang berada di luar. Sekarang masalahnya, bagaimana kami bisa pulang?" kata Juan Sanchez, pegawai Kementerian Ekonomi Panama berusia 37 tahun, kepada Reuters.

Presiden Panama Raul Mulino mengunjungi Penonome, kota yang terletak di antara pusat gempa dan Panama City.

Sejumlah bangunan di kota tersebut dilaporkan runtuh, sementara sebuah gereja mengalami kerusakan.

Baca Juga: AS Jatuhkan Sanksi ke ICC, Ancam Akses Layanan Perbankan dan Teknologi

Gempa terasa hingga berbagai wilayah

Direktur Institut Geosains Panama Nestor Luque mengatakan, gempa tersebut berkaitan dengan sistem Sesar Azuero-Sona yang menyimpan akumulasi tekanan dan sesekali melepaskannya melalui aktivitas seismik.

Menurut Luque, getaran gempa menjalar ke berbagai wilayah di Panama. Di Panama City, ia memperkirakan getaran berlangsung sekitar 40 detik, meski sejumlah daerah lain mungkin mengalami guncangan lebih lama.

Sabina Rios, yang berada di lantai enam sebuah bangunan tua peninggalan era militer Amerika Serikat di Panama City, mengatakan gempa terasa sangat kuat dan berlangsung cukup lama.

Baca Juga: Serangan Houthi Tewaskan Tiga Orang di Bandara Riyadh, Perang Yaman Memanas

Pekerja pemeliharaan berusia 48 tahun, Victor Pinzon, juga menyaksikan sejumlah petugas pembersih kaca gedung bertingkat yang tetap berada di ketinggian saat bangunan berguncang.

Sementara itu, warga lanjut usia di sejumlah daerah dilaporkan menangis ketika menyelamatkan diri ke jalan.

Di Provinsi Herrera, wilayah selatan Panama, warga berusia 74 tahun bernama Ricardo Brown mengatakan rumahnya mengalami retakan sehingga ia khawatir bangunan tersebut roboh.

Kepala badan perlindungan sipil Panama Omar Smith mengatakan, dampak gempa juga dilaporkan terjadi di Chitre, ibu kota Provinsi Herrera, serta di sepanjang pesisir Provinsi Los Santos.

Potensi kerugian ekonomi

USGS memperkirakan potensi kerugian ekonomi akibat gempa tersebut dapat mencapai 1% hingga 10% dari produk domestik bruto (PDB) Panama.

Sementara itu, perusahaan penyedia listrik Naturgy melaporkan pemadaman listrik di enam provinsi.

Meski demikian, perkiraan tersebut masih merupakan estimasi awal dan bukan angka kerugian aktual yang telah dikonfirmasi.

Baca Juga: Taiwan Tegaskan Tak Akan Korbankan Kebebasan di Tengah Tekanan China

Laporan USGS mengenai paparan gempa memperkirakan sekitar 43.000 penduduk Panama tinggal di wilayah yang mengalami paparan guncangan setidaknya dalam kategori berat.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan paparan penduduk dalam dua gempa yang mengguncang Venezuela pada Juni lalu, yang mencapai hampir 1,4 juta orang, serta lebih dari 1,6 juta penduduk di wilayah terdampak gempa di Kolombia bagian barat pada Agustus.

Panama dijadwalkan menggelar latihan evakuasi nasional pada Senin pekan depan untuk menguji kesiapsiagaan dan respons darurat terhadap bencana.




TERBARU

[X]
×