Giliran Omicron BA.2 yang Menyebar di Dunia, Kenali Gejala-gejalanya!

Jumat, 18 Maret 2022 | 06:17 WIB Sumber: Alabama.com,Express.co.uk,CBSNews
Giliran Omicron BA.2 yang Menyebar di Dunia, Kenali Gejala-gejalanya!

ILUSTRASI. Sub-varian Omicron BA.2 dengan cepat menyebar ke dunia. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Saat warga Amerika mulai melepas masker mereka, sub-varian Omicron BA.2 dengan cepat menyebar ke seluruh Amerika Serikat. Pejabat kesehatan memprediksi, Omicron BA.2 menyebabkan hampir seperempat dari infeksi COVID-19 baru.

Melansir CBS News, BA.2 sekitar 30% lebih mudah menular daripada Omicron, tetapi tampaknya tidak berdampak lebih parah. Dan terlepas dari penyebaran sub-varian baru, kasus harian dan rawat inap AS terus menurun sementara tingkat kematian meningkat.

"Kami telah mengawasinya dengan cermat, tentu saja," kata sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan, Senin. "Kami memperkirakan beberapa fluktuasi, terutama pada level yang relatif rendah ini, dan, tentu saja, angka itu akan meningkat."

Sementara itu, di Inggris, kasus COVID-19 naik sekitar 52% pada minggu lalu dan rawat inap naik 18%, hampir tiga minggu setelah negara itu mencabut mandat COVID-19 yang tersisa.

Baca Juga: 4 Gejala Mengganggu yang Bisa Dialami Usai Terpapar Covid-19

Di China, infeksi COVID-19 meningkat dengan cepat, di mana kasus harian melonjak sekitar 14% dalam beberapa hari terakhir. Vaksin COVID-19 China yang kurang efektif dan tingkat kekebalan alami yang rendah — sebagian karena penguncian yang ketat — telah memperumit upaya negara itu untuk menghentikan penyebaran BA.2.

Andy Slavitt, mantan penasihat senior Gedung Putih untuk pemerintahan Biden, mengatakan warga Amerika seharusnya tidak terlalu khawatir dengan kemunculan sub-varian baru.

"Ketika ada gelombang lagi, hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk keluarga Anda adalah mendapatkan vaksinasi dan mendapatkan booster," katanya kepada koresponden CBS News Nikki Battiste. 

Baca Juga: Awas, Covid-19 Akibat Son of Omicron Terus Menanjak, Ini Gejalanya

"Hal kedua yang akan saya katakan adalah ketika COVID terjadi lagi, tidak apa-apa memakai masker meskipun tidak diwajibkan oleh pihak berwenang."

Gedung Putih mengatakan pemotongan dana COVID di Kongres dapat berdampak kepada warga Amerika paling cepat minggu depan. Penyedia medis tidak akan lagi dapat mengajukan klaim untuk perawatan COVID, tes, atau vaksinasi untuk yang tidak diasuransikan. Selain itu, AS mungkin tidak memiliki cukup dana untuk membeli booster tambahan.

Mengenal gejala Omicron BA.2 

Sejumlah laporan kesehatan menunjukkan, varian BA.2 COVID-19, subvarian dari varian omicron, dapat menunjukkan gejala yang berbeda dari strain aslinya, menurut laporan. 

Alabama.com yang mengutip KREM 2 News melaporkan, pejabat kesehatan melihat dua gejala baru Omicron varian BA.2, yakni: pusing dan kelelahan. 

Gejalanya datang bersamaan dengan yang dilaporkan oleh pasien omicron seperti bersin, batuk dan sakit tenggorokan, serta gejala seperti pilek lainnya. BA.2, yang dikenal sebagai omicron “siluman” karena kemampuannya untuk menghindari beberapa tes uji, diyakini sekitar 30% lebih mudah menular daripada varian aslinya tetapi tampaknya tidak lebih parah. 

BA.2 dinilai bertanggungjawab atas peningkatan jumlah kasus secara internasional tetapi tidak tersebar luas di AS meskipun dilaporkan di seluruh 50 negara bagian.

Pusat Pengendalian Penyakit AS terus merekomendasikan vaksinasi sebagai alat terbaik untuk memerangi COVID-19 dan variannya. Vaksinasi tersedia untuk mereka yang berusia 5 tahun ke atas dengan booster untuk orang berusia 12 tahun ke atas.

Baca Juga: Apa Saja Gejala Covid-19 Varian Omicron yang Paling Banyak Dirasakan Pasien?

Gejala umum Omicron

Sementara itu, mengutip Express.co.uk, mengenali gejala Omicron sedini mungkin dan mengisolasi diri dapat membantu menghentikan penyebaran. Berikut adalah gejala-gejala yang bisa menjadi penanda Anda terinfeksi Omicron.

Orang yang dites positif untuk varian yang berasal dari Afrika selatan telah melaporkan sendiri gejalanya pada aplikasi ZOE COVID Study. Aplikasi ZOE COVID Study ini digunakan untuk mengamati gejala virus corona untuk membantu melacak penyebarannya.

Berdasarkan laporan tersebut, hanya setengah dari pasien yang mengalami demam, batuk atau kehilangan atau perubahan rasa dan bau.

Gejala lainnya adalah yang menyerang bagian perut. Sekarang, terlihat adanya kenaikan pasien yang mengeluhkan masalah pencernaan.

Berdasarkan jutaan laporan, aplikasi ZOE COVID Study telah menetapkan gejala sakit pada bagian perut sebagai gejala COVID-19. 5 gejala tersebut mencakup:

  • Diare (diarrhoea)
  • Sakit perut (stomach pains)
  • Merasa sakit atau mual (nausea)
  • Kehilangan selera makan (loss of appetite)
  • Melewatkan makan (skipping meal)

 

Halaman   1 2 3 Tampilkan Semua
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru