Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Keluarga Glazer dikabarkan kecewa dengan cara Jim Ratcliffe mengelola Manchester United sejak mengambil alih kendali operasional sepak bola klub pada 2024.
Menurut laporan The Mirror pada 29 Oktober 2026, keluarga Glazer merasa pengelolaan Manchester United oleh Ratcliffe tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.
Keluarga pemilik mayoritas tersebut juga memiliki kewenangan untuk memaksa Ratcliffe melepas 28 persen sahamnya apabila mereka memutuskan menjual seluruh klub.
Klausul paksa jual tersebut sangat mungkin dihidupkan di tengah memburuknya performa Setan Merah.
Baca Juga: Proyek Stadion Baru MU Siap Berjalan di Tengah Beban Utang Rp23 Triliun
Glazers Kecewa dengan Pengelolaan Jim Ratcliffe

The Mirror mengutip seorang sumber yang memiliki hubungan sosial dengan keluarga Glazer.
Sumber tersebut menyebut keluarga pemilik MU menganggap kondisi klub saat ini jauh dari harapan dan janji yang disampaikan sebelumnya.
Sejalan dengan itu, ESPN juga melaporkan bahwa pihak Glazer menilai perubahan yang dilakukan Ratcliffe justru membuat berbagai departemen klub mengalami penurunan.
Setelah kalah 0-2 dari Chelsea pada Sabtu (31/10), Setan Merah tercatat belum meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir di semua kompetisi sejak mengalahkan Sabah 4-0 pada 10 September 2026.
Manchester United juga hanya mengumpulkan tujuh poin dalam sembilan pertandingan awal Liga Primer Inggris dan berada di posisi ke-17 klasemen.
Baca Juga: Laporan Keuangan Manchester United: Catat Rekor Pendapatan, tapi Rugi Rp1 Triliun
Glazers Bisa Paksa Ratcliffe Jual 28% Saham MU
Glazers memiliki posisi kuat dalam menentukan masa depan kepemilikan Manchester United.
Keluarga Glazer masih menguasai 72% saham klub, sedangkan Ratcliffe melalui INEOS memiliki 28% saham yang dibeli pada awal 2024.
Dalam kesepakatan investasi tersebut, Ratcliffe mendapatkan kendali operasional atas aktivitas sepak bola Manchester United.
Menurut laporan ESPN, kesepakatan itu juga memuat klausul drag-along.
Ketentuan tersebut memungkinkan pemegang saham mayoritas mendorong penjualan seluruh klub sekaligus mewajibkan pemegang saham minoritas mengikuti transaksi.
Artinya, apabila keluarga Glazer memutuskan menjual 100% saham Manchester United, Ratcliffe dapat dipaksa melepas kepemilikan 28% miliknya meskipun tidak menginginkan penjualan tersebut.
Kesepakatan investasi Ratcliffe juga mengatur harga yang akan diterimanya apabila penjualan Manchester United terjadi sebelum Februari 2027.
Ratcliffe dijamin mendapatkan US$33 per saham, sesuai dengan harga yang dibayarkannya ketika membeli kepemilikan di klub.
Namun, setelah klausul jaminan harga tersebut berakhir, keluarga Glazer dapat menjual saham dengan harga berapa pun tanpa harus menyepakati nilai transaksi dengan Ratcliffe.
Baca Juga: Jim Ratcliffe Kembali Bikin Polemik, Suporter Muslim Man United: Dia Harus Pergi














