kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.976   129,00   0,72%
  • IDX 5.939   -256,45   -4,14%
  • KOMPAS100 788   -36,53   -4,43%
  • LQ45 595   -24,13   -3,90%
  • ISSI 206   -8,64   -4,03%
  • IDX30 338   -11,37   -3,25%
  • IDXHIDIV20 418   -9,94   -2,32%
  • IDX80 90   -4,11   -4,39%
  • IDXV30 114   -3,45   -2,94%
  • IDXQ30 109   -2,97   -2,64%

Google PHK 12.000 buruh Motorola


Jumat, 08 Maret 2013 / 15:07 WIB
ILUSTRASI. Seorang warga melintas di halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/6/2021). Cuaca besok di Jawa dan Bali cerah hingga hujan sedang, menurut prakiraan BMKG. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi.


Sumber: Reuters | Editor: Asnil Amri

SAN FRANSISCO. Google melanjutkan proses pemutusan hubungan kerja di Motorola Mobility yang baru diakuisisinya pada Agustus 2012 lalu.

Sebelumnya, tepatnya di bulan Agustus 2012, Google sudah memangkas 4.000 pekerja. Sedangkan Maret ini, perusahaan teknologi ini akan memangkas 12.000 pekerja lagi, atau 10% dari total tenaga kerjanya yang ada.

Produsen smartphone ini melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) guna mencoba menyeimbangkan kinerja perusahaan yang sedang loyo. "PHK kali ini merupakan kelanjutan dari pengurangan pekerja Agustus lalu," kata juru Google Motorola Mobility, Niki Fenwick melalui email kepada Reuters.

"Ini akan sangat sulit bagi karyawan yang di PHK," tambah Fenwick. Adanya pengumuman PHK tersebut membuat khawatir pekerja Google Motorola Mobility yang ada di Amerika Serikat, China dan India.

Perlu diketahui, Google membeli perusahaan Motorola yang merugi ini senilai US$ 12,5 miliar pada tahun lalu. Ini merupakan akuisisi terbesar yang pernah dilakukan Google.

Namun, Google memiliki kepentingan untuk mengakuisisi Motorola, agar bisa memakai paten Motorola Mobility. Upaya ini dilakukan  Google untuk menangkis serangan dari platform Android mobile, dan Google ingin memperluas bisnis di luar perangkat lunak.

Namun, ada analis di di Wall Street ragu dengan akuisisi tersebut. Analis menilai, Google terjun di bisnis dengan margin keuntungan yang lebih rendah.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×