kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.955
  • EMAS697.000 -0,71%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Hak bebas bea impor dicabut AS, India terapkan tarif balasan ke produk Amerika


Minggu, 16 Juni 2019 / 11:38 WIB

Hak bebas bea impor dicabut AS, India terapkan tarif balasan ke produk Amerika
ILUSTRASI. Buah apel

KONTAN.CO.ID -NEW DELHI. India resmi membalas penarikan hak dagang impor produknya dengan menaikkan tarif komoditas asal Amerika Serikat (AS) terhitung Minggu, (16/6). Melansir pemberitaan dari Reuters, India akan menaikkan harga 28 produk impor asal AS seperti buah apel, kacang almond, hingga walnut.

Seperti yang dikutip dari data Kementerian Agraria AS, India selama ini dikenal sebagai pembeli kacang almond AS terbanyak, yakni sebesar US$ 543 juta pada 2018. India juga pembeli apel AS terbanyak kedua dengan gelontoran dana sebesar US$ 156 juta pada 2018.


Sementara AS berkilah, peraturan baru India seputar lokalisasi data dan toko online dianggap berpotensi merugikan perusahaan asal AS seperti Walmart Inc, Amazon.co, hingga Mastercard dan Visa.

Hal ini disusul dengan keputusan Presiden AS, Donald Trump menarik hak bebas bea impor senilai US$ 5,6 miliar yang selama ini dinikmati India sejak 5 Juni 2018. Kesepakatan yang terjalin dalam Generalized System of Preference (GSP) tersebut, sebelumnya mampu melindungi India yang mengalami defisit perdagangan cukup lebar.

Narendra Modi selaku Perdana Menteri India menyebut keputusan Trump akan melukai kepentingan dagang negaranya. Dirinya dikabarkan akan membahas perang tarif ini di sela pertemuan KTT G20 yang akan berlangsung pada 28-29 Juni di Jepang.

Pertimbangan ini sudah dipikirkan India sejak 2018 ini memang memuncak pada keputusan Trump menghilangkan previlese bea tarif yang dinikmati India. Sebelumnya pada 2018, kedua negara juga tersandung permasalahan karena AS menolak membebaskan tarif tinggi untuk baja dan alumunium. India ganti mengancam akan menaikkan pajak komoditas AS sebesar 120%.

Namun keputusan tersebut selalu tertunda karena kedua negara banyak melakukan perundingan dagang. Hal ini dapat dipahami mengingat transaksi bisnis keduanya mencapai US$ 142 miliar pada 2018.

Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo yang dijadwalkan terbang ke India bulan ini, mengungkapkan terbuka untuk segala pembicaraan mengenai perang tarif dagang. Sementara itu, Reuters berpendapat keputusan India ke depannya tak hanya menciptakan kerikil baru pada hubungan dagang antara AS dan India, tetapi juga dalam konteks politik dan keamanan nasional.


Reporter: Amalia Fitri
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0599 || diagnostic_web = 0.2623

Close [X]
×