kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.973
  • EMAS697.000 -0,71%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

AS kini terlibat perang dagang dengan India


Minggu, 16 Juni 2019 / 07:09 WIB

AS kini terlibat perang dagang dengan India
ILUSTRASI. Presiden AS dan PM India

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Setelah dengan China, Amerika Serikat (AS) kini terlibat perang dagang dengan India. Terbaru, India akan mengenakan tarif pembalasan yang lebih tinggi terhadap 28 produk asal AS termasuk almond, apel, dan kacang walnut mulai Minggu (16/6).

Aksi balasan India ini menyusul keputusan AS menghentikan fasilitas perdagangan Generalized System of Preferences (GSP) dengan India mulai 5 Juni 2019. Penghentian fasilitas GSP ini merupakan cara Presiden AS Donald Trump menakan negara-negara yang memiliki surplus perdagangan besar dengan AS.


India merupakan negara penerima manfaat terbesar dari skema GSP yang memungkinkan ekspor bebas bea masuk hingga senilai US$ 5,6 miliar. India menyebut penghentian fasilitas GSP itu  “tidak beruntung” dan bersumpah untuk menegakkan kepentingan nasionalnya.

Sebelumnya Reuters melaporkan, India sedang bersiap mengenakan tarif yang lebih tinggi menjelang pertemuan pertama Perdana Menteri Narendra Modi dengan Trump di sela-sela KTT G20 di Jepang pada 28 dan 29 Juni.

India pada awalnya mengeluarkan perintah pada Juni tahun lalu untuk menaikkan pajak impor setinggi 120% atas sejumlah produk dari AS, setelah AS menolak membebaskan tarif impor baja dan aluminium.

Namun India berulang kali menunda menaikkan tarif karena kedua negara terlibat dalam pembicaraan perdagangan. Perdagangan antara AS dengan India mencapai sekitar US$ 142,1 miliar pada tahun 2018.

Kini, India bertindak tegas dan menerapkan tarif impor balasan balasan pada 28 barang tertentu yang berasal dari atau diekspor dari AS. Tarif impor India yang lebih tinggi untuk barang-barang AS dapat berdampak pada meningkatnya ikatan politik dan keamanan antara kedua negara.

Sekretaris Negara AS Mike Pompeo, yang dijadwalkan akan mengunjungi India pada bulan ini mengatakan, AS terbuka untuk dialog untuk menyelesaikan perbedaan perdagangan dengan India, melalui akses yang lebih besar bagi perusahaan-perusahaan Amerika ke pasarnya.

India merupakan pembeli almond AS terbesar yakni senilai US$ 543 juta. Lebih dari setengah ekspor almond AS pada tahun 2018 mengalir ke India, menurut data Departemen Pertanian AS. India juga pembeli apel AS terbesar kedua, dengan nilai US$ 156 juta pada tahun 2018.

Sebelumnya, peraturan baru India di bidang-bidang seperti e-commerce dan lokalisasi data telah membuat marah AS karena memukul perusahaan-perusahaan seperti Amazon.com, Walmart Inc, Mastercard dan Visa.


Reporter: Khomarul Hidayat
Editor: Komarul Hidayat
Video Pilihan

TERBARU
Terpopuler
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.1576 || diagnostic_web = 0.5395

Close [X]
×