kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.072   -8,00   -0,04%
  • IDX 5.425   36,82   0,68%
  • KOMPAS100 702   5,45   0,78%
  • LQ45 547   2,93   0,54%
  • ISSI 185   2,13   1,16%
  • IDX30 306   0,97   0,32%
  • IDXHIDIV20 402   2,55   0,64%
  • IDX80 81   0,57   0,71%
  • IDXV30 112   1,29   1,16%
  • IDXQ30 102   0,38   0,38%

Harga Emas Dunia Anjlok 3,4% Sepekan, Terburuk dalam Empat Bulan


Jumat, 23 Oktober 2026 / 09:20 WIB
Harga Emas Dunia Anjlok 3,4% Sepekan, Terburuk dalam Empat Bulan
ILUSTRASI. Logam Mulia - Emas (REUTERS/Arko Datta)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia menuju penurunan mingguan terdalam dalam lebih dari empat bulan terakhir.

Ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed), di tengah lonjakan harga minyak dan ketahanan ekonomi AS, menekan daya tarik logam mulia tersebut.

Mengutip Reuters, Jumat (23/10/2026) pukul 00.36 GMT, harga emas spot turun 0,1% menjadi US$ 4.018,69 per ons. Harga emas sempat menyentuh level terendah sejak 3 Agustus 2026.

Baca Juga: Bursa Asia Melemah, Kekhawatiran Gelembung AI Picu Investor Borong Obligasi AS

Sepanjang pekan ini, harga emas spot telah merosot 3,4%. Jika tren tersebut bertahan hingga penutupan perdagangan, emas akan mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Juni lalu.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 0,6% menjadi US$ 4.033,70 per ons.

Tekanan terhadap emas meningkat seiring kenaikan harga energi. Harga minyak dunia melonjak sekitar 4% pada Kamis (22/10/2026) hingga menyentuh level tertinggi dalam lima bulan.

Kekhawatiran gangguan pasokan minyak setelah serangan kelompok Houthi di Arab Saudi turut mendorong kenaikan tersebut.

Harga energi yang tinggi berpotensi memperkuat tekanan inflasi dan membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Baca Juga: Microsoft Kembangkan AI Diagnosis Penyakit, Akurasinya Diklaim Dua Kali Lipat Dokter

Kondisi ini meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga mengurangi daya tariknya dibandingkan instrumen berbunga.

Data ekonomi AS juga menjadi perhatian pasar. Jumlah warga AS yang mengajukan klaim awal tunjangan pengangguran turun mendekati level terendah dalam hampir 57 tahun pada pekan lalu.

Data tersebut mengindikasikan adanya perbaikan moderat dalam pertumbuhan lapangan kerja pada Oktober.

Pelaku pasar kini mencermati rapat kebijakan The Fed pada 27–28 Oktober serta data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis pekan depan.

PCE merupakan salah satu indikator inflasi yang diperhatikan bank sentral AS dalam mencapai target inflasi sebesar 2%.

Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pekan depan hanya sekitar 7%. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember masih berada di kisaran 81%.

Baca Juga: Pre-Order iPhone Duo Meledak, Apple Naikkan Produksi hingga 44%

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,1% menjadi US$ 54,46 per ons. Harga platinum melemah 0,4% menjadi US$ 1.563,67 per ons, sedangkan paladium turun 0,5% menjadi US$ 1.051 per ons. Ketiga logam tersebut juga menuju penurunan mingguan.

Sementara itu, India telah menerbitkan izin impor sekitar 6.500 metrik ton perak untuk enam bulan ke depan. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi permintaan selama musim perayaan di negara yang menjadi konsumen perak terbesar dunia.

Di sisi lain, HSBC memangkas proyeksi rata-rata harga platinum dan paladium untuk 2026. Dalam catatan riset pada Kamis, HSBC menyebut perubahan fundamental pasar dan aksi likuidasi investor sebagai pertimbangan, meski menilai kedua logam tersebut masih memiliki ruang untuk pulih.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×