kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.011   9,00   0,05%
  • IDX 5.314   34,67   0,66%
  • KOMPAS100 685   4,94   0,73%
  • LQ45 534   3,65   0,69%
  • ISSI 181   1,30   0,73%
  • IDX30 300   1,92   0,64%
  • IDXHIDIV20 389   0,19   0,05%
  • IDX80 79   0,57   0,73%
  • IDXV30 108   -0,27   -0,25%
  • IDXQ30 99   0,64   0,65%

Harga Emas Dunia Turun Rabu (21/10), Pasar Menanti Sinyal Suku Bunga The Fed


Rabu, 21 Oktober 2026 / 08:16 WIB
Harga Emas Dunia Turun Rabu (21/10), Pasar Menanti Sinyal Suku Bunga The Fed
ILUSTRASI. Logam Mulia - Emas (REUTERS/Arko Datta)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Rabu (21/10/2026) di tengah sikap investor yang menanti petunjuk terbaru mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,1% menjadi US$ 4.118,64 per ons troi pada pukul 00.18 GMT.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember 2026 terkoreksi 0,1% ke level US$ 4.137,60 per ons troi.

Baca Juga: Harga Minyak Menguat di Pagi Ini (21/10), Ditopang Kekhawatiran Pasokan Timur Tengah

Perhatian pasar tertuju pada pertemuan kebijakan The Fed pada 27–28 Oktober 2026 serta data indeks pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis pekan depan.

PCE merupakan salah satu indikator inflasi yang menjadi perhatian utama bank sentral AS dalam mencapai target inflasi sebesar 2%.

Survei Reuters terhadap para ekonom menunjukkan The Fed diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga pada Oktober.

Namun, para ekonom memperkirakan bank sentral AS tersebut berpotensi menaikkan suku bunga pada Desember, di tengah inflasi yang masih sulit mereda.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 84% bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Sementara itu, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 90%.

Ekspektasi suku bunga menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pergerakan harga emas. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan harga logam mulia karena meningkatkan biaya peluang memegang emas, yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Di sisi lain, prospek kebijakan moneter bank sentral utama lainnya juga menjadi perhatian investor.

Survei Reuters terhadap para ekonom menunjukkan mayoritas responden memperkirakan Bank of Japan akan menaikkan suku bunga menjadi 1,50% pada Desember, melanjutkan kenaikan pada Juni dan September.

Baca Juga: Ekspor Korea Selatan Periode 1–20 Oktober 2026 Melonjak 105%, Penjualan Chip Rekor

Sementara itu, pejabat Bank of England Megan Greene memperingatkan bahwa risiko kenaikan inflasi yang lebih luas akibat lonjakan harga energi yang dipicu perang Iran lebih besar daripada perkiraan sebelumnya. Greene kembali menyampaikan pandangannya bahwa suku bunga perlu dinaikkan.

Dari sisi geopolitik, Presiden Iran Masoud Pezeshkian membahas upaya mediasi dan perkembangan regional dalam pertemuan dengan Kepala Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir di Teheran. Laporan tersebut disampaikan kantor berita Iran, Nournews, pada Selasa (20/10/2026).

Pergerakan logam mulia lainnya cenderung bervariasi. Harga perak spot stabil di US$ 57,95 per ons troi, sedangkan platinum naik 0,5% menjadi US$ 1.656,10 per ons troi. Adapun paladium relatif tidak berubah di US$ 1.102,13 per ons troi.




TERBARU

[X]
×