kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.011   9,00   0,05%
  • IDX 5.314   34,67   0,66%
  • KOMPAS100 685   4,94   0,73%
  • LQ45 534   3,65   0,69%
  • ISSI 181   1,30   0,73%
  • IDX30 300   1,92   0,64%
  • IDXHIDIV20 389   0,19   0,05%
  • IDX80 79   0,57   0,73%
  • IDXV30 108   -0,27   -0,25%
  • IDXQ30 99   0,64   0,65%

Harga Minyak Menguat di Pagi Ini (21/10), Ditopang Kekhawatiran Pasokan Timur Tengah


Rabu, 21 Oktober 2026 / 08:12 WIB
Harga Minyak Menguat di Pagi Ini (21/10), Ditopang Kekhawatiran Pasokan Timur Tengah
ILUSTRASI. Harga minyak mentah Brent dan WTI sama-sama menguat setelah konflik di Timur Tengah kembali memanas.  (REUTERS/Eli Hartman)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Harga minyak naik tipis pada awal perdagangan sesi Asia, di tengah kekhawatiran pasokan Timur Tengah, dengan para pedagang khawatir terhadap risiko pengiriman Laut Merah dan ancaman terhadap infrastruktur minyak di Arab Saudi.

Rabu (21/10/2026) pukul 08.00 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Desember 2026 naik 85 sen atau 0,78% menjadi US$ 109,64 per barel.

Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Desember 2026 naik 76 sen atau 0,78% ke US$ 98,58 per barel.

Sentimen utama bagi harga minyak datang setelah sebuah supertanker terbakar setelah menabrak ranjau laut di selatan Selat Hormuz saat "melanggar" peraturan Iran, kata Angkatan Laut Pengawal Revolusi Iran pada hari Selasa, menurut media Iran. Setidaknya ada 18 serangan kapal yang dilaporkan selama dua minggu, kata pelacak kapal Kpler dalam sebuah catatan pada hari Senin.

Baca Juga: Ekspor Korea Selatan Periode 1–20 Oktober 2026 Melonjak 105%, Penjualan Chip Rekor

“Serangan terhadap kapal tanker telah meluas ke luar Selat Hormuz,” kata analis LSEG dalam sebuah catatan.

“Iran telah menargetkan kapal-kapal yang berada jauh di selatan Teluk Oman, mengancam pengiriman barang di luar Teluk Arab, serta pengiriman antar kapal yang telah membantu mendukung pengiriman barang ke Timur Tengah seiring konflik yang terus berlanjut.”

Kelompok Houthi pada hari Senin mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap situs Saudi Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah dan bandara Riyadh dan Abha di Arab Saudi.

Jumlah korban tewas akibat serangan Houthi terhadap pasukan pemerintah Yaman pada hari Senin bertambah menjadi 73 orang seiring meningkatnya pertempuran.

Harga telah jatuh pada sesi perdagangan sebelumnya setelah presiden Iran membahas upaya mediasi dalam pertemuan dengan panglima militer Pakistan di Teheran.

Pada hari Selasa (20/10/2026), minyak mentah berjangka Brent ditutup turun 76 sen atau 0,69% menjadi US$ 108,79 per barel, setelah menyentuh level tertinggi lima bulan di US$ 111,99 per barel. Sedangkan harga WTI untuk kontrak pengiriman bulan November 2026, yang berakhir pada hari itu, ditutup turun US$ 1,87 atau 1,8% menjadi US$ 101,79 per barel.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan dalam sebuah wawancara televisi yang disiarkan pada hari Selasa bahwa Iran belum menerima tanggapan dari Arab Saudi atau Houthi Yaman atas tawarannya untuk membantu menengahi perundingan perdamaian.

Baca Juga: Elon Musk Kembali Buka Peluang Merger Tesla dan SpaceX

Di AS, dua pejabat Departemen Energi mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka bekerja sama dengan perusahaan penyulingan di seluruh dunia untuk meningkatkan produksi bahan bakar karena kekurangan solar telah menaikkan harga.

Stok minyak mentah AS diperkirakan turun pada minggu lalu seiring dengan persediaan produk, menurut jajak pendapat Reuters pada hari Selasa. Delapan analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan, rata-rata, persediaan minyak mentah turun sekitar 800.000 barel dalam pekan yang berakhir 16 Oktober.




TERBARU

[X]
×