kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.927   27,00   0,15%
  • IDX 6.316   -24,47   -0,39%
  • KOMPAS100 834   -5,35   -0,64%
  • LQ45 631   -5,49   -0,86%
  • ISSI 217   -0,78   -0,36%
  • IDX30 356   -2,80   -0,78%
  • IDXHIDIV20 440   -3,20   -0,72%
  • IDX80 95   -0,75   -0,78%
  • IDXV30 118   -0,48   -0,40%
  • IDXQ30 114   -0,98   -0,85%

Harga Emas Melejit, Produksi Afrika Selatan Sulit Bertambah


Selasa, 24 Maret 2026 / 15:27 WIB
Harga Emas Melejit, Produksi Afrika Selatan Sulit Bertambah
ILUSTRASI. Harga emas (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JOHANNESBURG. Lonjakan harga emas ke level tertinggi sepanjang masa mendorong industri pertambangan Afrika Selatan mencari cara baru untuk mengekstraksi logam mulia tersebut tanpa harus mengandalkan tambang dalam yang mahal. Namun, produksi diperkirakan tetap terbatas dalam waktu dekat.

Selama lebih dari satu abad, Afrika Selatan pernah menjadi produsen emas terbesar dunia. Kini, produksinya merosot tajam akibat menipisnya cadangan ekonomis, konflik tenaga kerja, serta kondisi geologi yang semakin sulit di tambang-tambang terdalam.

Data dari Statistics South Africa menunjukkan eksplorasi emas di negara itu anjlok hampir 90% sejak 1990-an. Belanja eksplorasi mineral juga turun drastis menjadi hanya 43 juta dolar AS pada 2025, dibandingkan 900 juta dolar AS pada 2006.

Baca Juga: Bank Jepang Sumitomo Incar Jefferies di Tengah Harga Saham Turun

Produksi emas tahunan kini hanya sekitar 90 metrik ton, jauh dari puncaknya pada 1970 yang mencapai 1.000 ton.

Di sisi lain, harga emas melonjak sekitar 60% sepanjang 2025, didorong oleh ketegangan perdagangan global, pembelian oleh bank sentral, dan ekspektasi penurunan suku bunga AS. Meski demikian, kenaikan harga belum cukup untuk mendorong investasi besar dalam tambang baru.

Perusahaan tambang mulai beralih ke proyek yang lebih dangkal dan berbiaya rendah. Sibanye Stillwatermemprioritaskan proyek Burnstone yang dinilai memiliki margin tinggi dan operasi panjang.

Perusahaan ini juga mengandalkan kerja sama dengan DRDGold untuk mengekstraksi emas dari limbah tambang.

Sementara itu, Harmony Gold berencana mengekstraksi hingga 5,7 juta ons emas dari pengolahan ulang limbah. Namun, ekspansi tambang bawah tanah dinilai masih berisiko karena waktu pengembangan yang panjang dan ketidakpastian harga emas ke depan.

Perusahaan West Wits Mining telah meluncurkan tambang bawah tanah baru pertama di Afrika Selatan dalam 15 tahun terakhir, yakni proyek Qala Shallows di Cekungan Witwatersrand wilayah yang diperkirakan telah menghasilkan sekitar setengah dari total emas dunia.

Tambang ini lebih dangkal, memanfaatkan infrastruktur yang ada, serta menggunakan mekanisasi dan tenaga air untuk menekan biaya produksi. Perusahaan menargetkan produksi awal 70.000 ons per tahun, dengan potensi meningkat hingga 200.000 ons di tahap berikutnya.

Baca Juga: Eskalasi Timur Tengah, Serangan di Anbar Tewaskan 15 Anggota PMF

Meski ada inovasi dan proyek baru, prospek jangka pendek produksi emas tetap stagnan. Minerals Council South Africamemperkirakan produksi tahun depan masih berada di sekitar 90 metrik ton tidak jauh berbeda dari rata-rata lima tahun terakhir.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×