kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Harga Minyak Anjlok 2%, Pasar Antisipasi Pelepasan Stok BBM dan Crude


Jumat, 02 Oktober 2026 / 18:27 WIB
Harga Minyak Anjlok 2%, Pasar Antisipasi Pelepasan Stok BBM dan Crude
ILUSTRASI. Harga Minyak Mentah Dunia (REUTERS/Eli Hartman)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dunia kembali tertekan setelah muncul rencana pelepasan tambahan stok bahan bakar dan minyak mentah untuk meredakan ketatnya pasokan energi global.

Pada Jumat (2/10/2026), harga minyak Brent turun US$ 2,57 atau 2,51% menjadi US$ 99,74 per barel hingga 10.35 GMT. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) merosot US$ 3,53 atau 3,8% menjadi US$ 89,34 per barel.

Dengan pergerakan tersebut, Brent berada di jalur penurunan sekitar 4,1% sepanjang pekan ini, sedangkan WTI turun sekitar 3,2%.

Tekanan lebih besar terjadi pada produk olahan minyak. Kontrak berjangka gasoil Eropa, yang menjadi acuan harga diesel, turun sekitar 5% menjadi US$1.380,5 per ton.

Baca Juga: Harga Minyak Naik US$ 3 Akibat Stok BBM AS Turun & Penembakan 3 Kapal di Selat Hormuz

"Pasar energi tertekan oleh rencana pelepasan stok BBM dan minyak mentah," kata Ole Hansen, Head of Commodity Strategy Saxo Bank.

Pembahasan pelepasan stok tersebut mengemuka setelah negara-negara Uni Eropa (UE) membahas proposal Prancis untuk menambah pasokan diesel.

Langkah itu disebut sebagai respons terhadap tekanan Amerika Serikat (AS) agar negara-negara Eropa mengeluarkan lebih banyak cadangan energi guna menekan kenaikan harga bahan bakar.

Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, pemerintah negara-negara UE dalam pembicaraan pada Jumat mempertimbangkan pelepasan sekitar 50 juta barel diesel.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok Lebih dari 7,5%, Brent Kembali ke Bawah US$ 90 Per Barel

Pada saat yang sama, negara-negara anggota International Energy Agency (IEA) diusulkan melepas sekitar 50 juta barel minyak mentah.

Perkembangan ini menunjukkan tekanan pasar energi saat ini semakin bergeser dari ketersediaan minyak mentah menuju pasokan produk olahan.

Pemulihan aliran minyak dari kawasan Timur Tengah mulai membantu pasokan crude, tetapi kapasitas dan produksi kilang di Timur Tengah serta Rusia masih menghadapi tekanan.

Pasar sebelumnya sempat menguat setelah Reuters melaporkan bahwa kilang-kilang China menghentikan ekspor produk minyak untuk Oktober.

Kebijakan tersebut mengindikasikan Beijing memilih menjaga persediaan BBM domestik di tengah kondisi pasar global yang ketat.

Di sisi lain, risiko geopolitik masih menjadi faktor yang membayangi pasar. Wall Street Journal melaporkan AS mengirim kapal induk ketiga dan hingga 10.000 tambahan personel militer ke Timur Tengah, ketika Presiden Donald Trump mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan sela AS.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok Lebih dari 6% Pasca Iran dan AS Sepakat Hentikan Pertempuran

Hamad Hussain, Senior Climate and Commodities Economist Capital Economics, menilai tambahan pelepasan cadangan minyak dapat mengubah keseimbangan pasar apabila peningkatan aliran minyak dari Timur Tengah berlanjut.

Barclays juga mencatat pemulihan aliran minyak melalui Teluk Timur Tengah, termasuk melalui jalur pipa alternatif, mulai meningkat.

Namun, kondisi pasar fisik masih menunjukkan pasokan yang ketat. Persediaan terus menyusut dan kargo untuk pengiriman segera masih diperdagangkan dengan premi tinggi dibandingkan kontrak berjangka.

Barclays bahkan menaikkan proyeksi harga Brent kuartal IV sebesar US$20 menjadi US$115 per barel. Bank tersebut juga meningkatkan proyeksi harga Brent untuk 2026 menjadi US$100 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok Senin (25/5) Pagi, Dipicu Kabar Kesepakatan AS-Iran Makin Dekat

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan Ukraina menyerang sejumlah fasilitas minyak di wilayah Samara dan Volgograd, Rusia, dalam 24 jam terakhir.

Serangan terhadap infrastruktur energi tersebut menjadi tambahan faktor yang berpotensi memengaruhi pasokan produk minyak global.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×