kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Harga Pangan Naik, Malaysia Kucurkan Bantuan Tunai US$400 Juta untuk Warga Miskin


Rabu, 22 Juni 2022 / 17:21 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengumumkan, pemerintah akan mendistribusikan 1,74 miliar ringgit (US$395,19 juta) bantuan tunai kepada kelompok rumah tangga berpenghasilan rendah mulai bulan ini. Kebijakan ini bertujuan untuk membantu mereka mengatasi kenaikan biaya hidup dan makanan.

“Negara itu juga dapat meningkatkan subsidi untuk minyak goreng dari rencana 4 miliar ringgit yang direncanakan untuk tahun ini,” kata Ismail Sabri Yaakob dalam pidato yang disiarkan televisi, Rabu (22/6).

Malaysia akan menghapus subsidi untuk beberapa produk minyak goreng kemasan mulai 1 Juli. Pasalnnya, kebijakan tersebut telah disalahgunakan oleh industri dan menyebabkan kasus penyelundupan.

Namun pemerintah akan terus mensubsidi 60.000 metrik ton minyak goreng per bulan dalam bentuk paket 1 kg (2,2 lb), yang telah ada sejak 2007.

Baca Juga: Ada Sanksi AS, China Malah Tambah Impor 2 Juta Barel Minyak Dari Iran

Pemerintah Malaysia pada hari Selasa mengatakan juga akan menaikkan harga tertinggi untuk ayam dan telur pada bulan Juli setelah langkah-langkah untuk mengendalikan inflasi makanan menciptakan distorsi pasar.

Untuk membantu warga mengatasi biaya hidup yang lebih tinggi, Ismail Sabri mengatakan, pihak berwenang akan mendistribusikan tambahan bantuan tunai 630 juta ringgit di atas alokasi yang ada, sehingga total pencairan menjadi 1,74 miliar ringgit.

Awal bulan ini, Malaysia mengatakan peningkatan pendapatan pemerintah dari kenaikan harga komoditas tidak cukup untuk mengimbangi lonjakan belanja subsidi yang diharapkan tahun ini.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×