kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Hindari Huawei, SoftBank lebih pilih Nokia dan Ericsson


Kamis, 13 Desember 2018 / 15:38 WIB
Hindari Huawei, SoftBank lebih pilih Nokia dan Ericsson
ILUSTRASI. SOFTBANK

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - TOKYO. SoftBank Group Corp berencana untuk mengganti peralatan jaringan 4G dari Huawei Technologies Co.Ltd asal China dengan perangkat keras buatan Nokia dan Ericsson. Hal ini disampaikan Nikkei dalam artikel yang dimuat Reuters, Kamis (13/12).

Langkah tersebut dilakukan lantaran pengawasan ketat perusahaan-perusahaan teknologi dari China oleh Amerika Serikat dan beberapa negara sekutu terkemuka terkait. 


Disebut-sebut, langkah SoftBank tersebut merupakan aksi pencegahan lantaran timbul kekhawatiran bahwa teknologi buatan Huawei dapat digunakan oleh Beijing untuk keperluan mata-mata.

SoftBank, perusahaan telekomunikasi terbesar ketiga di Jepang juga memilih untuk memesan peralatan untuk jaringan generasi terbaru 5G dari dua pemasok Eropa ketimbang Huawei.

Namun, juru bicara SoftBank mengatkaan laporan tersebut hanya berdasarkan spekulasi lantaran tidak ada keputusan yang dibuat. Selain itu, Nokia dan Ericsson memang sudah menjadi pemasok besar untuk SoftBank.

SoftBank memang sudah memiliki hubungan panjang dengan Huawei di antara tiga perusahaan telekomunikasi Jepang, tetapi perusahaan tersebut sebelumnya mengatakan bahwa jumlah peralatan yang digunakan dari produsen China relatif kecil.

Rencana penggantian peralatan 4G itu dikabarkan oleh Nikkei akan dilakukan selama beberapa tahun dan kemungkinan akan memakan waktu dan biaya yang cukup mahal.

Laporan Nikkei tentang perubahan pemasok tersebut muncul ketika SoftBank sedang mempersiapkan diri untuk mendaftarkan unit telkomnya di Tokyo pada 19 Desember 2018.

Minggu ini, unit telekomunikasi SoftBank memberi harga IPO-nya pada level ¥ 1.500 atau setara US$ 13,22 per saham. Pihaknya juga mengatakan akan menjualan tambahan 160 juta saham untuk memenuhi permintaan, meningkatkan harga sekitar US$ 23,5 miliar dalam IPO dan menjadikan hal tersebut yang terbesar dalam sejarang Jepang.

Laporan ini juga datang dari kabar Pemerintah Jepang yang telah mengeluarkan dokumen kebijakan terkait pemeliharaan cybersecurity selama pengadaan.

Sumber Huawei kepada Reuters mengatakan bahwa dokumen tersebut ditujukan untuk mencegah pengadaan pemerintah dari perusahaan dan juga ZTE Crop dari China.

Keputusan Jepang untuk menjauhkan Huawei dinilai akan memperburuk nasib perusahaan. Pasalnya, baru-baru ini kepala keuangannya baru saja ditangkap oleh pejabat Kanada untuk diekstradisi ke Amerika Serikat.





Close [X]
×