kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Hindari Kolaps, Zimbabwe Butuh Dana Darurat US$ 200 Juta


Rabu, 13 Mei 2009 / 11:24 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

DAKAR. Perekonomian Zimbabwe sepertinya belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Menurut Menteri Keuangan Zimbabwe Tendai Biti, negaranya membutuhkan dana bantuan darurat sekitar US$ 200 juta sebagai bantuan. Dana itu, menurutnya, akan digunakan untuk membayar gaji pegawai negeri, listrik dan sanitasi. Bantuan tersebut akan membantu perekonomian Zimbabwe agar tidak kolaps.

Pada pengumpulan pajak pendapatan per bulannya, pemerintah setempat hanya mampu mengumpulkan dana sebesar US$ 20 juta. Uang tersebut tidak cukup untuk membayar gaji pegawai negeri sebesar US$ 30 juta. Dia menambahkan, total gaji pegawai negeri per bulannya bahkan mencapai US$ 100 juta.

“Tanpa adanya sokongan dana, keadaan Zimbabwe sangat rentan. Hal tersebut bisa berubah menjadi bencana di mana kami bisa mengalami hal serupa di Somalia, Sierra Leone dan Liberia,” papar Biti.

Asal tahu saja, antara tahun 2000 hingga 2007, perekonomian Zimbabwe mengalami kontraksi hingga 40% . Hal itu memangkas pendapatan ekspor dan mengarah pada kurangnya pasokan bahan makanan, bahan bakar dan cadangan mata uang asing.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×