Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - HANOI. Ho Chi Minh City, pusat perdagangan Vietnam, berencana menerapkan pembatasan secara bertahap terhadap kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel di kawasan pusat kota mulai pertengahan 2027. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari rencana pembentukan kawasan rendah emisi atau low-emission zone (LEZ).
Mengutip Reuters, rencana tersebut disampaikan pemerintah kota dan diberitakan surat kabar milik pemerintah Vietnam, Thanh Nien. Pemerintah kota akan terlebih dahulu melakukan uji coba LEZ di kawasan pusat kota dan kawasan perkotaan baru Thu Thiem.
Uji coba tersebut dijadwalkan dimulai pada Juli 2027. Kawasan yang menjadi cakupan awal memiliki luas sekitar 930 hektare atau 3,59 mil persegi.
Setelah dua tahun masa uji coba, penerapan LEZ direncanakan diperluas hingga kawasan di dalam Ring Road 2 mulai awal 2029. Kawasan tersebut saat ini sudah memberlakukan pembatasan terhadap truk berat dan bus tidur yang masuk ke pusat kota pada jam-jam tertentu.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat, Harga Minyak Turun Jelang Rilis Kinerja Nvidia
Jadwal Pembatasan Kendaraan Bensin dan Diesel
Jadwal terbaru tersebut lebih lambat dibandingkan proposal sebelumnya. Dalam rencana terdahulu, penerapan kawasan rendah emisi di Ho Chi Minh City ditargetkan mulai awal 2026.
Pemerintah kota kemudian merevisi jadwal dan cakupan penerapan LEZ untuk menyesuaikannya dengan pembangunan infrastruktur transportasi hijau. Penyesuaian tersebut juga bertujuan memberikan waktu lebih panjang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Transportasi umum menjadi kelompok pertama yang diwajibkan melakukan transisi. Bus yang memasuki kawasan LEZ mulai 2027 akan diwajibkan menggunakan kendaraan bertenaga listrik atau energi bersih.
Setelah itu, kebijakan akan diterapkan kepada pengemudi ojek daring dan pengendara yang melakukan layanan pengantaran. Sementara itu, kategori kendaraan lainnya, termasuk taksi, akan menghadapi batas waktu penerapan pembatasan pada tahap berikutnya.
Meski demikian, rencana tersebut masih harus melalui proses evaluasi lebih lanjut sebelum mendapatkan persetujuan resmi dari pemerintah kota.
Baca Juga: Harga Minyak Turun 2%, Dipicu Pembicaraan Iran dan Oman untuk Membuka Selat Hormuz
Hanoi Juga Siapkan Pembatasan Motor Bensin
Kebijakan pembatasan kendaraan berbahan bakar fosil juga tengah disiapkan di Hanoi. Pada Juni lalu, pemerintah Hanoi menyatakan rencana untuk secara bertahap menghentikan penggunaan sepeda motor berbahan bakar bensin yang digunakan untuk layanan transportasi daring di kawasan rendah emisi.
Penerapannya akan diawali dengan pembatasan secara sukarela sebelum beralih menjadi larangan mulai Januari 2027.
Langkah Ho Chi Minh City dan Hanoi tersebut menunjukkan arah kebijakan transportasi Vietnam yang semakin mendorong penggunaan kendaraan listrik dan energi bersih, terutama di kawasan perkotaan dengan tingkat aktivitas dan kepadatan kendaraan yang tinggi.
Penerapan kawasan rendah emisi di kedua kota juga menjadi bagian dari upaya pemerintah Vietnam untuk mengurangi emisi kendaraan sekaligus mendorong pengembangan transportasi yang lebih ramah lingkungan.













