kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Houthi Serang Arab Lagi, Sejumlah Negara Tunda Perjalanan Umrah, Bagaimana Indonesia?


Kamis, 15 Oktober 2026 / 04:00 WIB
Houthi Serang Arab Lagi, Sejumlah Negara Tunda Perjalanan Umrah, Bagaimana Indonesia?
ILUSTRASI. Houthi Serang Arab Lagi, Sejumlah Negara Tunda Perjalanan Umrah, Bagaimana Indonesia?


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Situasi keamanan di Arab Saudi masih memanas pascaserangan Houthi ke Bandara Internasional King Khalid pada 10 Oktober 2026. Sejumlah negara menunda perjalanan umrah ke Tanah Suci. Bagaimana dengan Indonesia?

Houthi terus melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Arab Saudi sejak 10 Oktober lalu. Terbaru, Houthi menembakkan rudal dan drone ke gedung administrasi perusahaan minyak milik negara Arab Saudi, Saudi Aramco, di Kota Dhahran pada Selasa (13/10/2026) malam waktu setempat.

Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menyebabkan kebakaran terbatas di salah satu bangunan perusahaan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan perjalanan ke negara tersebut. Sejumlah negara mengeluarkan imbauan perjalanan, sementara pembatalan penerbangan turut mengganggu keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah.

Di Asia, Malaysia dan Singapura secara khusus meminta warganya mempertimbangkan penundaan perjalanan umrah. Sementara itu, Indonesia mengimbau jemaah meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kesiapan perjalanan bersama penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).

Gangguan penerbangan juga berdampak pada jemaah dari Bangladesh. Adapun di Uni Emirat Arab (UEA), agen perjalanan melaporkan penurunan permintaan umrah akibat kekhawatiran terhadap ketidakpastian penerbangan.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, Serangan Kapal di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan

Berikut lima negara yang warganya menghadapi dampak serangan di Riyadh terhadap perjalanan umrah.

1. Malaysia imbau warga tunda perjalanan umrah

Pemerintah Malaysia mengimbau warganya menunda sementara perjalanan yang tidak mendesak ke Arab Saudi, termasuk untuk melaksanakan ibadah umrah.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menyampaikan imbauan tersebut pada 12 Oktober 2026 menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap situasi keamanan setelah serangan di Riyadh.

Dikutip dari Channel NewsAsia, Mohamad menjelaskan bahwa meskipun belum ada insiden keamanan yang dilaporkan di Makkah, serangan rudal di Riyadh telah memicu kekhawatiran pemerintah.

Oleh karena itu, warga Malaysia disarankan menunda sementara perjalanan yang tidak mendesak ke Makkah dan Madinah hingga situasi keamanan dinilai lebih kondusif. 

2. Singapura minta calon jemaah pertimbangkan penundaan umrah

Singapura juga meminta warganya mempertimbangkan penundaan perjalanan umrah ke Arab Saudi.

Pada 14 Oktober 2026, Dewan Agama Islam Singapura (Majlis Ugama Islam Singapura/MUIS) mengeluarkan imbauan agar calon jemaah memperhatikan perkembangan situasi keamanan sebelum memutuskan keberangkatan.

Imbauan tersebut menyusul pembaruan peringatan perjalanan dari Kementerian Luar Negeri Singapura pada 13 Oktober 2026. Dalam peringatan itu, warga Singapura disarankan menunda seluruh perjalanan ke Arab Saudi karena meningkatnya risiko keamanan.

MUIS juga berkoordinasi dengan agen perjalanan umrah untuk membantu jemaah yang terdampak melakukan penundaan atau penjadwalan ulang perjalanan.

Selain itu, agen perjalanan didorong menyediakan pengaturan yang fleksibel, mengingat perubahan jadwal dapat berdampak pada kondisi finansial jemaah yang telah melakukan pemesanan. 

3. Indonesia imbau jemaah umrah tingkatkan kewaspadaan

Berbeda dengan Malaysia dan Singapura, pemerintah Indonesia belum mengeluarkan imbauan umum untuk menunda seluruh perjalanan umrah ke Arab Saudi.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta jemaah Indonesia, baik yang sudah berada di Arab Saudi maupun yang belum berangkat, meningkatkan kewaspadaan menyusul perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah.

Melalui keterangan resminya pada 12 Oktober 2026, Kemenhaj menyatakan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas pemerintah. Jemaah yang berada di Arab Saudi diminta memusatkan kegiatan pada pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah, menghindari lokasi rawan, serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak.

Kemenhaj juga meminta jemaah mematuhi arahan otoritas setempat dan terus berkoordinasi dengan pihak travel.

Bagi calon jemaah yang belum berangkat, pemerintah mengimbau agar mereka memeriksa status penerbangan, memastikan kesiapan perjalanan, serta mengikuti informasi resmi sebelum mengambil keputusan terkait keberangkatan.

Kemenhaj juga menyatakan bahwa berdasarkan data hingga 11 Oktober 2026, tidak ada jemaah umrah Indonesia yang menjadi korban langsung dalam serangan tersebut. 

Tonton: Kopdes Merah Putih Mulai Beroperasi Besok Beras, LPG, Pupuk Subsidi hingga BRILink

4. Bangladesh hadapi gangguan penerbangan umrah

Jemaah umrah asal Bangladesh turut terdampak gangguan penerbangan setelah serangan di Riyadh. Namun, dampak tersebut perlu dibedakan dari imbauan resmi pemerintah untuk menunda perjalanan.

Menurut laporan TBS News pada 14 Oktober 2026 sebagaimana tercantum dalam bahan awal, sebanyak 86 penerbangan langsung dan transit dari Dhaka mengalami gangguan akibat perkembangan situasi penerbangan.

Sejumlah jemaah umrah dilaporkan menghadapi pembatalan penerbangan dan perubahan jadwal perjalanan.

Salah satu agen perjalanan menyebut sedikitnya 200 jemaah terdampak. Bahkan, sekitar 40 jemaah yang dijadwalkan pulang pada 11 Oktober melalui Riyadh Air harus mengganti tiket dengan penerbangan SalamAir. Harga tiket pengganti tersebut dilaporkan mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan penerbangan tidak hanya memengaruhi jadwal perjalanan, tetapi juga berpotensi menambah biaya yang harus ditanggung jemaah.

5. Uni Emirat Arab alami penurunan permintaan umrah

Dampak ketidakpastian penerbangan juga dirasakan agen perjalanan di Uni Emirat Arab (UEA).

Mengutip Gulf News pada 14 Oktober 2026 sebagaimana tercantum dalam bahan awal, sejumlah agen perjalanan melaporkan penurunan permintaan dan pemesanan paket umrah setelah muncul kekhawatiran terhadap pembatalan penerbangan lanjutan.

Ketidakpastian operasional penerbangan melalui Riyadh menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan calon jemaah dalam menentukan jadwal keberangkatan.

Padahal, Oktober biasanya menjadi awal periode yang ramai bagi perjalanan umrah. Namun, situasi keamanan yang belum menentu membuat sebagian calon jemaah memilih menunda penetapan tanggal perjalanan.

Meski demikian, berdasarkan informasi yang tersedia dalam bahan awal, belum terdapat konfirmasi mengenai imbauan resmi pemerintah UEA agar warganya menunda ibadah umrah.

Jemaah diminta pantau informasi penerbangan sebelum berangkat

Serangan di Riyadh memicu gangguan operasional penerbangan dan penyesuaian jadwal sejumlah maskapai internasional. Reuters melaporkan bahwa sejumlah maskapai membatalkan atau menangguhkan penerbangan ke Arab Saudi menyusul serangan tersebut. 

Bagi calon jemaah umrah, kondisi ini membuat pemeriksaan status penerbangan menjadi langkah penting sebelum berangkat.

Jemaah yang sudah memesan paket umrah sebaiknya menghubungi agen perjalanan untuk memastikan jadwal keberangkatan, rute penerbangan, serta kemungkinan perubahan atau pembatalan.

Sementara itu, jemaah yang sudah berada di Arab Saudi perlu mengikuti arahan otoritas setempat dan memantau informasi dari perwakilan Indonesia serta Kemenhaj.






Sebagian artikel telah terbit di: https://travel.kompas.com/read/2026/10/14/170000027/5-negara-yang-imbau-warganya-menunda-umrah-ke-saudi-demi-keamanan?page=all#page2



 

Kontan Economic and Demographic Forum 2026




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×