kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Arab Saudi Sebut Houthi Serang Pembangkit Listrik di Madinah


Jumat, 02 Oktober 2026 / 05:07 WIB
Arab Saudi Sebut Houthi Serang Pembangkit Listrik di Madinah
ILUSTRASI. Bendera Arab Saudi (KONTAN/Fenie Chintya)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - RIYADH. Koalisi pimpinan Saudi yang memerangi kelompok Houthi di Yaman menyebut, Houthi telah menyerang sebuah gardu distribusi listrik di Madinah—salah satu situs paling suci dalam Islam—pada pekan ini.

Serangan itu menyebabkan satu transformator tidak berfungsi, namun tidak berdampak pada jaringan listrik secara keseluruhan.

Beberapa jam setelah tuduhan koalisi tersebut, pihak Houthi melaporkan adanya serangan Saudi di ibu kota Yaman, Sanaa, dan wilayah Yaman lainnya, meskipun belum ada konfirmasi segera dari pihak Saudi mengenai laporan tersebut.

Eskalasi terkini ini menandai pertempuran paling serius antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran, sejak gencatan senjata yang ditengahi PBB sebagian besar telah menghentikan serangan lintas batas pada tahun 2022.

Baca Juga: Khawatir Diserang Negara lain, Negara Ini Ingin Bikin Senjata Nuklir

Permusuhan kembali pecah tahun ini setelah Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi pada bulan Juli 2026 dan mulai menyerang wilayah serta kapal-kapal Saudi. Sementara pasukan Houthi juga mencatat kemajuan wilayah yang signifikan di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman.

Arab Saudi merespons dengan melancarkan serangan udara di Yaman dan mendukung pasukan pemerintah Yaman yang berjuang untuk memukul mundur Houthi.

Koalisi pimpinan Saudi menyatakan bahwa penyelidikan dan pemeriksaan terhadap puing-puing pesawat nirawak (drone) mengonfirmasi keterlibatan Houthi dalam merencanakan dan melaksanakan serangan hari Selasa terhadap pembangkit listrik di Madinah tersebut.

Koalisi menyebutkan, pembangkit listrik itu memasok listrik ke Masjid Nabawi, salah satu situs paling suci dalam Islam. Sebuah sumber militer Houthi, yang dikutip oleh kantor berita Saba yang dikelola Houthi, membantah tuduhan tersebut.

Ia menyebutnya sebagai "kebohongan" dan menyatakan bahwa tuduhan itu dimaksudkan untuk menutupi kegagalan Arab Saudi—menurut versinya—dalam membuktikan tuduhan sebelumnya bahwa Houthi menargetkan kota suci umat Islam, Mekkah.

Dua minggu lalu, Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak (drone) Houthi di sebelah selatan Mekkah sebelum pesawat itu memasuki wilayah udara terlarang di atas kota tersebut.

Insiden itu sebagai upaya kedua Houthi untuk menargetkan Mekkah sejak tahun 2017, sementara pihak Houthi membantah pernah menargetkan Mekkah ataupun situs suci Islam lainnya.

Koalisi menyatakan, serangan di Madinah merupakan bagian dari apa yang mereka sebut sebagai upaya berulang Houthi untuk menargetkan Dua Masjid Suci dan "memprovokasi" umat Islam di seluruh dunia. Mereka menegaskan akan terus mengambil langkah-langkah untuk melindungi situs-situs suci dan para peziarah.

Baca Juga: Konflik di Timur Tengah Menekan Biaya Produksi Manufaktur Global

Belakangan pada hari yang sama, pihak Houthi menyatakan, Arab Saudi telah melancarkan serangan terhadap Sanaa serta provinsi Saada, Taiz, dan Amran, menurut laporan kantor berita mereka.

Meskipun tidak ada konfirmasi dari pihak Saudi, pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi menyatakan melalui platform X bahwa mereka telah melancarkan lebih dari dua lusin serangan udara terhadap posisi Houthi di Taiz, dengan sasaran berupa tempat penyimpanan rudal, pusat komando, dan lokasi militer lainnya.

Serangan yang dilaporkan terjadi di Sanaa ini akan menjadi yang pertama sejak bulan Juli, ketika pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi menyerang landasan pacu bandara Sanaa untuk mencegah pesawat Iran mendarat.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×