CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Arab Saudi Tutup Jalur Pipa Minyak Saat Houthi Kuasai Jalur Pelayaran Laut Merah


Sabtu, 12 September 2026 / 10:46 WIB
Arab Saudi Tutup Jalur Pipa Minyak Saat Houthi Kuasai Jalur Pelayaran Laut Merah
ILUSTRASI. Arab Saudi telah menutup jalur pipa East-West sebagai langkah pencegahan setelah serangan Houthi bergerak maju di sepanjang pantai Laut Merah (DOK/sawteljamahir.com)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Arab Saudi telah menutup jalur pipa East-West (Timur-Barat) setelah saluran minyak vital tersebut menjadi sasaran serangan udara di tengah meluasnya konflik di Timur Tengah.

Eksportir minyak mentah terbesar di dunia ini menutup sementara jalur pipa tersebut menyusul serangan pesawat nirawak (drone) yang—menurut Baghdad maupun Riyadh—berasal dari Irak, tempat beroperasinya milisi-milisi yang didukung Iran.

Irak pun mencopot seorang komandan militer pada hari Sabtu (12/9/2026) sebagai respons atas serangan tersebut.

Jalur pipa sepanjang 1.200 kilometer (745 mil) yang membentang melintasi Semenanjung Arab ini telah membantu Arab Saudi menghindari kemacetan pelayaran di Selat Hormuz, tempat lalu lintas kapal tanker melambat drastis akibat konflik antara AS dan Iran.

Baca Juga: VinFast Tunjuk Putra Sulung Pendirinya Jadi Chief Executive Global

Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan pihaknya menutup jalur pipa tersebut sebagai langkah pencegahan. Jalur ini telah mengalirkan 4 juta hingga 5 juta barel per hari dalam beberapa bulan terakhir, yang mencakup 4% hingga 5% dari pasokan global, menurut perusahaan pelacak kapal dan para analis.

Serangan ini terjadi saat kelompok pemberontak Houthi yang berafiliasi dengan Iran di Yaman memperketat cengkeraman mereka di Laut Merah. Situasi ini, ditambah dengan gangguan di Selat Hormuz, telah menekan sektor energi di kedua sisi Semenanjung Arab dan mendorong harga minyak global kembali ke atas angka US$ 100 per barel.

Empat sumber pemerintah Yaman mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok Houthi telah merebut pulau strategis Perim pada hari Jumat di mulut Laut Merah, tepatnya di Selat Bab el-Mandeb.

Dua serangan yang dilaporkan pada hari Jumat (11/9/2026)—terhadap jalur pipa dan Pulau Perim—dapat menandakan eskalasi berbahaya di tengah macetnya upaya diplomatik untuk mengakhiri perang.

Arab Saudi telah meminta bantuan militer kepada Washington untuk menghadapi Houthi, menurut keterangan sejumlah sumber, di saat kenaikan harga bahan bakar akibat perang telah menimbulkan dampak politik bagi Presiden AS Donald Trump dan Partai Republik menjelang pemilihan umum kongres bulan November.

Jalur pipa East-West diserang pada Kamis pagi di wilayah Riyadh dan Madinah, Arab Saudi, demikian pernyataan Kementerian Energi Saudi.

Belum diketahui secara pasti siapa pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Baca Juga: Korea Utara Tembakan Sejumlah Rudal Balistik ke Arah Laut

Citra satelit memperlihatkan kepulan asap hitam membubung dari salah satu bagian jalur pipa di sebelah selatan Madinah. Serangan itu menyebabkan sejumlah orang terluka dan kerusakan yang masih dalam tahap penilaian, kata Kementerian Luar Negeri Saudi tanpa merinci dampaknya terhadap ekspor.

Komandan militer Irak yang telah diberhentikan itu sebelumnya memimpin operasi di Provinsi Maysan, menurut pernyataan kantor Perdana Menteri Irak pada hari Sabtu.

Provinsi Maysan, yang berbatasan dengan Iran di wilayah tenggara Irak, sejak lama dianggap sebagai kawasan tempat beroperasinya milisi Syiah yang didukung Iran serta tempat mereka mempertahankan pengaruh.

Arab Saudi sejauh ini memilih untuk tidak melakukan pembalasan menyusul permintaan dari Perdana Menteri Irak, kata Kementerian Luar Negeri Saudi dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa kerajaan tersebut berhak "mengambil segala langkah yang diperlukan" untuk melindungi kepentingannya. Pemerintah Irak mengecam serangan-serangan tersebut.

Pasokan minyak mentah Saudi turun ke tingkat terendah dalam lebih dari tiga dekade, menurut Badan Energi Internasional (IEA) pada hari Jumat, sebagian disebabkan oleh serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Bab el-Mandeb yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Houthi.

Irak merespons dengan memerintahkan penutupan perlintasan perbatasan Shalamcheh antara Irak dan Iran sebagai langkah pencegahan, ungkap dua sumber keamanan kepada Reuters. Perlintasan tersebut merupakan salah satu jalur utama impor sayuran dan pasokan pangan lainnya dari Iran ke Irak.

Kedua sumber tersebut mengatakan bahwa operasi berskala besar sedang dilakukan untuk menemukan pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap jalur pipa itu.

SERANGAN BALASAN DIRENCANAKAN

Jika Houthi menguasai Selat Bab el-Mandeb, pendukung mereka, Iran, dapat memperoleh keuntungan penting dalam perang melawan AS.

Pasukan pemerintah Yaman mengindikasikan bahwa mereka akan mencoba merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi—para pejuang gunung yang telah bertahan selama bertahun-tahun dari serangan udara Saudi yang menghancurkan selama perang saudara Yaman—dalam serangan kilat mereka minggu ini di sepanjang garis pantai Laut Merah.

Reuters melaporkan pada hari Kamis bahwa kemajuan dramatis Houthi di sepanjang pantai Laut Merah Yaman terjadi dengan arahan langsung dari Garda Revolusi Iran.

Iran memberi tahu Houthi minggu lalu untuk meningkatkan serangan mereka terhadap Arab Saudi dan menjanjikan lebih banyak dana, senjata, dan perwira senior untuk membantu mereka melakukannya, kata dua sumber Iran.

Iran menggambarkan Houthi sebagai sekutu tetapi secara terbuka membantah memberi mereka arahan militer, dengan mengatakan bahwa mereka "bukan proksi".

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan navigasi maritim tetap aman untuk semua kapal kecuali kapal Saudi yang dikenai larangan yang telah diumumkan sebelumnya.

Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Melemah: Brent dan WTI Tetap Bertahan di Atas US$ 100 Per Barel

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menelepon Trump setidaknya dua kali pada hari Kamis untuk meminta bantuan militer AS dalam memerangi Houthi, dua sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters pada hari Jumat, membenarkan laporan sebelumnya oleh Axios.

Washington mengatakan kepada Riyadh bahwa mereka tidak bersedia mengambil tindakan militer langsung untuk saat ini tetapi akan membantu dalam berbagi intelijen dan penargetan, kata kedua sumber tersebut.

Gedung Putih tidak menjawab pertanyaan Reuters tentang panggilan telepon antara kedua pemimpin tersebut, tetapi seorang pejabat senior pemerintahan yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan Washington terus berdialog dengan Arab Saudi dan pemerintah Yaman.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×