kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Ibukota India Jadi Kota Paling Tercemar di Dunia, AQI Capai 581


Sabtu, 07 November 2026 / 16:30 WIB
Ibukota India Jadi Kota Paling Tercemar di Dunia, AQI Capai 581
ILUSTRASI. ASIA-WEATHER/SOUTHASIA-POLLUTION (REUTERS/Anushree Fadnavis)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - BENGALURU. Delhi, ibu kota India, menjadi kota besar paling tercemar di dunia pada Sabtu pagi (7/11/2026), berdasarkan pemeringkatan langsung kelompok pemantau kualitas udara asal Swiss, IQAir.

Kondisi ini terjadi sehari menjelang perayaan Diwali, festival cahaya umat Hindu, ketika polusi udara diperkirakan semakin memburuk.

Pemerintah India telah memerintahkan sekolah-sekolah di Delhi dan wilayah sekitarnya untuk menggelar pembelajaran secara daring. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar bekerja dari rumah menjelang perayaan Diwali pada Minggu (8/11).

Baca Juga: Raja Malaysia Tegaskan Perintah Tahanan Rumah Najib Razak Tidak Boleh Ditentang

Perayaan Diwali biasanya ditandai dengan penggunaan petasan dan kembang api secara luas. Aktivitas tersebut berpotensi semakin memperburuk kualitas udara.

Berdasarkan data IQAir pada pukul 10.35 waktu setempat atau 05.05 GMT, Delhi menempati peringkat pertama sebagai kota besar paling tercemar di dunia dengan indeks kualitas udara (AQI) Amerika Serikat sebesar 581.

Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan Lahore, kota di negara tetangga Pakistan, yang mencatatkan AQI sebesar 285.

Indeks IQAir dihitung berdasarkan konsentrasi polutan di udara. Namun, angka tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan indeks resmi pemerintah India karena menggunakan skala dan metode pengukuran yang berbeda.

Badan Pengendalian Polusi Pusat India (CPCB) mencatat indeks kualitas udara Delhi mencapai 363 pada pukul 10.00 waktu setempat. Angka tersebut masuk kategori "sangat buruk".

Media lokal melaporkan bahwa kualitas udara Delhi pada Jumat (6/11) merupakan yang terburuk menjelang Diwali dalam delapan tahun terakhir, berdasarkan data resmi.

Polusi udara menjadi persoalan tahunan di berbagai wilayah India bagian utara, terutama sejak memasuki musim dingin.

Udara dingin dan berat menyebabkan polutan terperangkap di dekat permukaan tanah. Kondisi ini membuat emisi kendaraan, debu konstruksi, serta asap pembakaran sisa tanaman pertanian semakin menumpuk dan memperburuk kualitas udara.

Baca Juga: Gubernur BOJ Melihat Risiko Kenaikan Inflasi Imbas Lonjakan Harga Energi




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×