kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

IMF Dorong Dukungan Pembiayaan bagi Negara yang Terdampak Perang


Sabtu, 17 Oktober 2026 / 15:27 WIB
IMF Dorong Dukungan Pembiayaan bagi Negara yang Terdampak Perang
ILUSTRASI. Logo Dana Moneter Internasional (IMF) terlihat selama pertemuan musim semi IMF/Bank Dunia di Washing (REUTERS/Yuri Gripas)


Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Negara-negara anggota Dana Moneter Internasional (IMF) menyerukan peningkatan dukungan bagi negara-negara yang menghadapi tantangan pembiayaan jangka pendek akibat dampak rambatan negatif dari perang dan tingginya harga energi. 

Mereka juga menyatakan bahwa risiko ekonomi masih lebih condong ke arah penurunan.

Di sisi lain, meskipun terdapat peningkatan investasi dan perdagangan berkat teknologi intelijen canggih (advanced intelligence technologies), teknologi tersebut juga membawa risiko. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Moneter dan Keuangan Internasional (IMFC) dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan di Bangkok.

Baca Juga: Rusia Serang Pabrik Baja Terbesar Ukraina dan Infrastruktur Energi

“Konflik yang semakin memanas dan ketegangan perdagangan dapat semakin mengganggu jalur perdagangan penting, memperburuk tekanan harga komoditas, termasuk produk energi hasil pengolahan, serta memperburuk ketahanan energi dan pangan,” demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Arab Saudi Mohammed Al-Jadaan selaku Ketua IMFC.

IMFC merupakan komite pengarah utama bagi IMF, lembaga pemberi pinjaman yang beranggotakan 191 negara dan berperan dalam menangani krisis.

Al-Jadaan mengatakan kepada Reuters bahwa redaksi pernyataan tersebut telah disepakati oleh seluruh anggota.

Awal pekan ini, Amerika Serikat mendesak negara-negara anggota IMF lainnya untuk mengganti istilah kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi “superintelligence” dalam pernyataan tersebut. 

Usulan itu sejalan dengan istilah yang lebih disukai Presiden AS Donald Trump untuk teknologi tersebut, kata seorang pejabat senior Departemen Keuangan AS kepada Reuters.

Namun, versi final pernyataan Ketua IMFC tidak memuat referensi apa pun terhadap kecerdasan buatan.

Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa dampak yang belum pasti dari teknologi intelijen canggih, bersama dengan kenaikan imbal hasil obligasi di negara-negara ekonomi utama yang merambat ke negara-negara dengan tingkat utang tinggi, dapat memperbesar kerentanan makrofinansial.

“Perubahan teknologi yang berlangsung cepat, pergeseran demografi, semakin seringnya kejadian cuaca ekstrem dan bencana alam, serta fragmentasi geoekonomi semakin memperumit pilihan kebijakan,” demikian isi pernyataan tersebut.

Negara-negara anggota sepakat untuk mendukung negara-negara yang melakukan reformasi dan mengatasi kerentanan utang. 

Perhatian khusus diberikan kepada negara-negara berpendapatan rendah, negara-negara berpendapatan menengah yang rentan, serta negara-negara yang terdampak konflik.

“Kami mendorong peningkatan dukungan bagi negara-negara dengan utang yang berkelanjutan serta agenda reformasi dan pertumbuhan yang kuat, tetapi menghadapi tantangan pembiayaan jangka pendek,” demikian pernyataan tersebut.

Pernyataan itu juga mencatat bahwa sejumlah negara anggota telah memberikan komitmen dukungan terhadap Poverty Reduction and Growth Trust (PRGT) milik IMF, yang mendukung negara-negara miskin dan berkembang.

Baca Juga: Delegasi Eropa Walk Out saat Menkeu Rusia Berbicara di Pertemuan IMF




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×