kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

Delegasi Eropa Walk Out saat Menkeu Rusia Berbicara di Pertemuan IMF


Sabtu, 17 Oktober 2026 / 13:28 WIB
Delegasi Eropa Walk Out saat Menkeu Rusia Berbicara di Pertemuan IMF
ILUSTRASI. IMF (REUTERS/Benoit Tessier)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Sejumlah delegasi negara Eropa meninggalkan ruang pertemuan Komite Pengarah Dana Moneter Internasional (IMF) pada Sabtu (17/10/2026), ketika Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mulai menyampaikan pidato dalam bahasa Rusia.

Aksi tersebut mencerminkan masih kuatnya ketegangan antara Rusia dan negara-negara Eropa terkait perang di Ukraina.

Reuters melaporkan, mengutip tiga sumber yang mengetahui persoalan tersebut, sejumlah delegasi meninggalkan pertemuan setelah Siluanov mulai berbicara. Seorang sumber menyebut banyak delegasi yang melakukan aksi keluar ruangan, termasuk perwakilan negara-negara Uni Eropa (UE).

Sementara itu, seorang pejabat lain yang berada di dalam ruangan mengatakan hampir selusin delegasi meninggalkan pertemuan tersebut.

Perwakilan Denmark, Swedia, Finlandia, Norwegia, Lithuania, Latvia, dan Estonia termasuk di antara delegasi yang keluar dari ruangan.

"Perang Ukraina merupakan persoalan yang menyangkut kelangsungan hidup kami di Eropa. Kami tidak bisa menormalisasi hubungan dengan Rusia," ujar seorang diplomat Eropa kepada Reuters.

Baca Juga: Iran Masih Ekspor LPG dan Avtur Meski Diblokade Angkatan Laut AS

Perang Ukraina Picu Perpecahan di IMF

Invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 telah memicu perpecahan di Komite Moneter dan Keuangan Internasional (International Monetary and Financial Committee/IMFC), badan yang memberikan arahan strategis bagi IMF.

Konflik tersebut membuat komite kesulitan mencapai kesepakatan atas pernyataan bersama dalam beberapa tahun terakhir. Perbedaan pandangan kembali mencuat dalam pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia yang berlangsung di Bangkok pekan ini.

Ketegangan tersebut juga terjadi di tengah meningkatnya perbedaan sikap antara Amerika Serikat (AS) dan Ukraina. Situasi ini memperlihatkan tantangan diplomatik dalam menjaga kerja sama ekonomi internasional ketika konflik geopolitik masih berlangsung.

Pada Kamis (15/10/2026), Jerman memperingatkan agar tidak ada upaya untuk membawa Rusia kembali ke panggung internasional. Peringatan itu muncul setelah Siluanov menghadiri pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20.

Kehadiran Siluanov dalam pertemuan G20 tersebut terjadi sedikit lebih dari sebulan setelah AS menjadi tuan rumah penampilan langsung pertamanya dalam forum G20 sejak invasi Rusia ke Ukraina. Pertemuan itu berlangsung di Asheville, Carolina Utara, AS.

Baca Juga: Defisit Anggaran AS Tembus US$ 1,99 Triliun pada 2026, Tertinggi dalam Lima Tahun

AS Dukung Kehadiran Rusia di Forum G20

Berbeda dengan kekhawatiran sejumlah negara Eropa, pemerintah AS mendukung kehadiran Rusia dalam forum G20.

Wakil Menteri Keuangan AS Erin Browne mengatakan kepada Reuters bahwa dialog terbuka diperlukan untuk menyelesaikan krisis dan konflik internasional.

"Kami menilai sangat penting untuk mengadakan dialog dan percakapan terbuka jika ingin menyelesaikan suatu krisis," kata Browne.

"Anda tidak bisa melakukan dialog dan menyelesaikan konflik jika tidak ada pihak yang saling berbicara," lanjutnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan perbedaan pendekatan antara Washington dan sejumlah negara Eropa dalam menyikapi keterlibatan Rusia di forum internasional. AS menekankan pentingnya komunikasi sebagai bagian dari penyelesaian konflik, sedangkan sejumlah negara Eropa menyoroti risiko normalisasi hubungan dengan Moskow selama perang masih berlangsung.

Baca Juga: Trump Tangguhkan Sejumlah Sanksi dan Tarif terhadap Rusia, Ini Alasannya

Zelensky Kritik Kesepakatan Trump dengan Rusia

Ketegangan diplomatik juga terlihat dalam pertemuan para pemimpin Uni Eropa pada Jumat (16/10/2026). Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengkritik kesepakatan terkait solar atau diesel antara Presiden AS Donald Trump dan Rusia.

Zelensky juga menyambut kemungkinan meningkatnya peran negara-negara sekutu Eropa dalam pembicaraan perdamaian.

Para pemimpin UE menyatakan dukungan kepada Zelensky setelah Trump kembali melontarkan kritik terhadap Ukraina. Trump menyebut serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia sebagai tindakan yang memalukan.

Dukungan tersebut diberikan ketika Ukraina menghadapi tekanan militer yang berkelanjutan. Serangan rudal dan pesawat nirawak terus menghantam sejumlah kota di negara itu.

Di sisi lain, Kyiv menghadapi kekhawatiran bahwa AS dapat mengurangi berbagi informasi intelijen dan dukungan persenjataan kepada Ukraina.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×