kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.963   51,00   0,28%
  • IDX 6.025   -45,66   -0,75%
  • KOMPAS100 778   -6,86   -0,87%
  • LQ45 596   -5,48   -0,91%
  • ISSI 209   -1,58   -0,75%
  • IDX30 330   -3,03   -0,91%
  • IDXHIDIV20 421   -3,52   -0,83%
  • IDX80 89   -0,80   -0,89%
  • IDXV30 114   -0,64   -0,56%
  • IDXQ30 108   -0,67   -0,61%

Indeks manufaktur lemah, ekonomi China terancam


Jumat, 24 Juli 2015 / 15:00 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

HONG KONG. Indeks manufaktur China secara tidak terduga tertekan ke level terendah dalam 15 bulan terakhir. Data yang dirilis oleh Caixin Media and Markit Economics menunjukkan, data awal Purchasing Managers' Index (PMI) China pada Juli berada di level 48,2. Angka tersebut turun dari bulan sebelumnya yang berada di level 49,4.

Caixin PMI sebelumnya dikenal dengan HSBC PMI.

Sementara, hasil survei Bloomberg menunjukkan kenaikan PMI ke level 49,7. Angka indeks yang berada di bawah level 50 mengindikasikan adanya kontraksi.

Indeks manufaktur Negeri Panda yang lemah ini secara tidak langsung memperjelas dibutuhkannya sokongan berupa kebijakan lebih jauh dari pemerintah terhadap ekonomi China. Apalagi, beberapa waktu terakhir, ekonomi China mencatatkan perlambatan.

Outlook ekonomi China pada kuartal dua pun semakin buram. Tak ayal, pemerintah harus lebih giat lagi menggeber strategi sehingga bisa mencapai target pertumbuhan yang dicanangkan Perdana Menteri Li Keqiang untuk tahun ini yaitu 7%.

"Sangat sulit mengatakan bahwa penurunan ekonomi China sudah mencapai dasar. Masih terlalu awal untuk mengatakan hal itu. Harus dilihat dulu apakah dampak dari kebijakan pro-pertumbuhan China positif atau sebaliknya," papar Zhu Haibin, Chief China Economist JPMorgan Chase & Co.

Sekadar tambahan informasi, Produk Domestik Bruto China naik 7% pada tiga bulan yang berakhir Juni dibanding tahun sebelumnya.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×