Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa saham Jepang tertatih-tatih dan mengalami pelemahan di pekan ini, karena investor mempertimbangkan prospek sektor AI yang sedang booming. Sementara, tekanan di pasar obligasi global membebani sentimen.
Jumat (9/10/2026), indeks Nikkei ditutup turun tipis 0,02% menjadi 69.030,92, pulih dari koreksi awal sebesar 1,3%. Berbeda, indeks Topix yang lebih luas ditutup naik 0,33% menjadi 4.104,81.
Dengan posisi ini, indeks Nikkei 225 melemah 0,39% di pekan ini.
Indeks saham AS jatuh semalam, terseret oleh perusahaan teknologi setelah laporan Financial Times mengatakan pendapatan tahunan OpenAI lebih rendah US$ 20 miliar dari yang sebelumnya diisyaratkan perusahaan.
Baca Juga: Harga Emas Naik, Permintaan di India Melambat pada Pekan Ini
Saham perusahaan besar Nikkei, SoftBank Group, investor utama di OpenAI, anjlok sekitar 4% pada hari ini.
Biaya pinjaman global tetap tinggi, karena lonjakan harga minyak memperparah inflasi, menambah tekanan dari penerbitan obligasi korporasi dan utang pemerintah yang tinggi.
"Laporan bahwa pendapatan perusahaan AI besar yang tidak terdaftar di bursa saham kurang dari perkiraannya sendiri memicu reaksi berantai penjualan saham terkait," kata analis Sony Financial Group dalam sebuah laporan.
"Suku bunga global yang tinggi, sebagian didorong oleh kekhawatiran atas situasi fiskal Prancis, juga membatasi kenaikan harga saham."
Minggu ini, Nikkei kembali menembus angka 70.000 dan ditutup pada level tertinggi sejak 25 Juni pada hari Selasa sebelum kehilangan momentum.
"Saham-saham Jepang naik tajam di awal pekan tetapi kemudian tertekan oleh aksi ambil untung," tulis Ina Harimoto, analis pasar di Tokai Tokyo Intelligence Laboratory, dalam sebuah laporan.
Saham-saham teknologi domestik mendapat dorongan setelah pengumuman dari produsen peralatan semikonduktor Rorze setelah penutupan pasar pada hari Kamis bahwa mereka menaikkan perkiraan pendapatan karena meningkatnya permintaan. Saham perusahaan naik hingga batas harian 700 yen, atau 15,79%.
Terdapat 148 saham yang naik di Nikkei 225, sementara 74 saham turun dan 3 saham tidak berubah.
Baca Juga: Hampir 30 Tahun Usai Krisis 1997, Thailand Hadapi Tantangan Pertumbuhan Ekonomi
Saham yang mengalami penurunan terbesar adalah Fast Retailing, turun 4,04%, diikuti oleh Renesas Electronics, turun 4%, dan Asahi Kasei, yang turun 3,94%.
Saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar adalah Shift, naik 6,48%, diikuti oleh Nomura Research Institute, naik 5,09%, dan Trend Micro, yang naik 4,91% dan mencatatkan penutupan tertinggi sejak Desember 2025.














