Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Permintaan emas fisik di India melambat pada pekan ini seiring kenaikan harga emas, sementara aktivitas perdagangan di China mulai pulih setelah libur panjang Golden Week.
Kondisi tersebut terjadi ketika harga emas global rebound lebih dari 1% setelah menyentuh level terendah dalam dua bulan pada awal pekan.
Melansir Reuters, di India, harga emas domestik pada Jumat (9/10/2026) berada di kisaran 150.900 rupee atau sekitar US$1.561,87 per 10 gram.
Harga tersebut naik dari posisi pekan lalu yang sempat turun ke 145.538 rupee per 10 gram, level terendah dalam hampir dua bulan.
Baca Juga: Hampir 30 Tahun Usai Krisis 1997, Thailand Hadapi Tantangan Pertumbuhan Ekonomi
Kenaikan harga membuat konsumen India kembali menahan pembelian. Seorang pedagang perhiasan di Ahmedabad mengatakan, konsumen sangat sensitif terhadap perubahan harga dan cenderung menunggu koreksi ketika harga kembali naik.
“Begitu harga naik, mereka menghentikan pembelian sementara dan menunggu koreksi,” ujarnya.
Sejalan dengan perlambatan permintaan, pedagang emas di India menawarkan diskon hingga US$6 per ons troi terhadap harga resmi domestik pada pekan ini. Diskon tersebut menyempit dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai US$14 per ons troi.
Diskon yang semakin tipis mencerminkan penurunan impor emas. Namun, seorang pedagang dari bank swasta di Mumbai menilai pasar berpotensi beralih ke harga premium apabila permintaan investasi meningkat selama musim perayaan.
India akan merayakan Dussehra pada Oktober dan Diwali pada awal November. Kedua perayaan tersebut biasanya menjadi momentum penting bagi pembelian emas karena logam mulia dianggap membawa keberuntungan.
Baca Juga: Saham Bank Singapura Tertekan, Indeks Acuan Mendekati Level Terendah 3 Bulan
Sementara itu, pasar China mulai kembali beraktivitas setelah libur Golden Week dan dibuka kembali pada Kamis.
Meski demikian, transaksi masih relatif sepi karena sebagian pelaku pasar belum sepenuhnya kembali beraktivitas.
Emas batangan di China diperdagangkan dengan harga premium sekitar US$10 per ons troi dibandingkan harga acuan global.
Menurut Bernard Sin, direktur regional MKS PAMP untuk Greater China, premium tersebut menunjukkan masih adanya minat pembelian emas fisik di tengah aktivitas pasar yang belum sepenuhnya pulih.
Di pasar Asia lainnya, emas di Singapura diperdagangkan dengan premium US$0,50–US$1,50 per ons troi. Di Hong Kong, emas diperdagangkan pada harga setara hingga premium US$1 per ons troi.
Baca Juga: Pimco Peringatkan Yield Obligasi AS Bisa Tembus 6% untuk Pertama Kali Sejak 2000
Adapun di Jepang, harga emas bergerak dari diskon US$0,50 hingga premium US$0,50 per ons troi. Seorang pedagang di Tokyo mengatakan, aksi ambil untung masih mendominasi perdagangan pada pekan ini.
Pergerakan permintaan fisik di sejumlah pasar Asia tersebut berlangsung ketika harga emas spot global menguat lebih dari 1%, memulihkan sebagian penurunan setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada awal pekan.














