kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.974   82,00   0,46%
  • IDX 6.128   26,71   0,44%
  • KOMPAS100 800   4,45   0,56%
  • LQ45 603   4,39   0,73%
  • ISSI 213   0,81   0,38%
  • IDX30 341   2,96   0,88%
  • IDXHIDIV20 416   3,91   0,95%
  • IDX80 91   0,42   0,46%
  • IDXV30 112   0,97   0,88%
  • IDXQ30 109   1,19   1,10%

Indeks Nikkei Pagi Ini Terpeleset 1,5%


Kamis, 23 Oktober 2008 / 08:55 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Saham-saham perusahaan Jepang pada perdagangan pagi ini kembali merosot. Penurunan ini dipicu anjloknya harga komoditas akibat adanya kekhawatiran pasar bahwa perlambatan ekonomi nantinya akan mengurangi permintaan bahan-bahan baku.

Catatan saja, kemarin, harga minyak untuk pengantaran bulan Desember turun tajam 7,5% menjadi US$ 66,75 per barel di New York. Posisi tersebut merupakan yang terendah sejak Juni 2007 akibat perlambatan ekonomi mengurangi konsumsi bahan bakar. Komoditas lain seperti tembaga juga anjlok US$ 1,823 dan menyentuh posisi terendah sejak November 2005 silam. Sedangkan harga emas kemarin turun 4,3%.

Pada pukul 09.02 pagi waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 terpeleset 1,5% atau 130,82 menjadi 8.543,87. Salah satu perusahaan yang sahamnya turun pada perdagangan pagi ini di bursa Jepang adalah Mitsubishi Corp. Saham Mitsubishi tergelincir setelah harga minyak terjun bebas dan bertengger pada posisi terendah dalam 16 bulan terakhir.

Selain itu, penguatan yen atas dolar Amerika Serikat (AS) dan euro juga mempengaruhi pergerakan saham produsen otomotif ini.  Bahkan penguatan ini merupakan yang terbesar dalam lima tahun belakangan. Alhasil, pada sesi pembukaan, saham Mitsubishi langsung turun 4%.

Asal tahu saja, pagi ini, nilai tukar yen berada pada posisi 124,63 dan merupakan posisi terkuat sejak November 2003. Sementara itu, yen juga menguat atas dolar dengan nilai tukar 97,23. Penguatan nilai yen ini mengurangi nilai dari penjualan ekspor Jepang.

“Penguatan terbesar dalam mata uang yen terhadap mata uang lain menyebabkan perusahaan akan memangkas prediksi pendapatannya lebih dalam lagi,” jelas Mitsushige Akino.




TERBARU

[X]
×