kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

India pertahankan bunga acuan di 6,25%


Kamis, 16 Desember 2010 / 14:51 WIB


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

MUMBAI. Bank sentral India memutuskan mempertahankan tingkat suku bunganya. Hari ini, Gubernur Bank of India (RBI), Duvvuri Subbarao mengatakan bank sentral mempertahankan acuan bunga pembelian (repurchase rate) di 6,25%, dan 5,25% untuk acuan repo (reserve repurchase)

Sebelumnya, bank sentral sudah menaikkan bunga acuan hingga enam kali dalam tahun ini. Jeda kenaikan bunga ini menunjukkan laju pertumbuhan India yang sangat tinggi di antara negara-negara yang perekonomiannya besar. Apalagi, setelah China mengenakan pajak infrastruktur di dalam negerinya.

Alasan lain, Subbaro mempertahankan bunga acuan karena terjadinya krisis fiskal yang disebabkan penjualan saham senilai 1,1 triliun rupee atau setara US$ 22 miliar oleh beberapa perusahaan, termasuk Coal India Ltd.

Leif Eskesen, kepala ekonom HSBC Group Plc, yang berbasis di Singapura menyebut, isu yang berkembang adalah bank sentral harus mengatasi kondisi pengetatan likuiditas.

"Maka, para pejabat bank sentral India harus kembali menaikkan bunga acuan setidaknya pada Januari untuk menahan berkembangnya tekanan inflasi," ujar Leif.




TERBARU

[X]
×