kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.933   47,00   0,26%
  • IDX 6.031   -115,44   -1,88%
  • KOMPAS100 775   -16,68   -2,11%
  • LQ45 594   -12,08   -1,99%
  • ISSI 211   -3,62   -1,69%
  • IDX30 330   -5,56   -1,66%
  • IDXHIDIV20 422   -7,90   -1,84%
  • IDX80 89   -1,90   -2,10%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,18%
  • IDXQ30 108   -1,77   -1,61%

Induk Uniqlo Cetak Rekor Laba Selama Lima Tahun Beruntun


Kamis, 08 Oktober 2026 / 21:39 WIB
Induk Uniqlo Cetak Rekor Laba Selama Lima Tahun Beruntun
ILUSTRASI. Tadashi Yanai, founder dan presiden dari Fast Retailing dan Uniqlo (Issei Kato/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Fast Retaling mencetak rekor laba tahunan untuk kelima kalinya secara beruntun. Pemilik merek pakaian Uniqlo tersebut menyebut, kinerja yang kuat di semua wilayah sebagai faktor pendorong keuntungan.

Dilansir dari Reuters, laba operasional Fast Retailing naik 32% menjadi 743,13 miliar yen pada periode 12 bulan yang berakhir pada 31 Agustus 2026. Angka ini melampaui perkiraan sebelumnya yang sebesar 730 miliar yen.

Pada tahun fiskal 2026-2027, Fast Retailing memproyeksikan laba operasional sebesar 830 miliar yen.

Pendiri sekaligus Presiden Fast Retaling, Tadashi Yanai juga menegaskan target untuk mencapai penjualan tahunan sebesar 10 triliun yen dengan penambahan sekitar 500 miliar yen setiap tahunnya.

Baca Juga: Yield JGB Jepang Turun Jelang Lelang Obligasi 30 Tahun Senilai ¥600 Miliar

"Jika bicara soal angka 500 miliar yen, dalam sektor ritel pakaian kami, itu setara dengan ukuran perusahaan yang sangat besar," ujar Yanai.

Yanai yang tak lain adalah salah satu orang terkaya di Jepang, sejak lama menyatakan ambisinya untuk menjadikan Fast Retailing sebagai peritel pakaian nomor satu di dunia. Bersaing dengan Inditex (pemilik Zara) dan H&M.

Namun manajemen memperingatkan, pelemahan yen akan memperumit situasi ekonomi di Jepang. Biaya impor yang lebih tinggi diprediksi akan membebani kinerja pada periode akhir 2026, dan memicu kenaikan harga.

Di sisi lain, kawasan Amerika Utara dan Eropa menjadi sorotan positif bagi operasional luar negeri dalam beberapa periode terakhir. Sekaligus menjadi penyeimbang lesunya pasar di China.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×