kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Inggris menggelar pemilu, nasib Brexit ditentukan


Kamis, 12 Desember 2019 / 22:07 WIB
Inggris menggelar pemilu, nasib Brexit ditentukan
ILUSTRASI. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - LONDON. Para pemilih Inggris berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara pada Kamis (12/12). Hasil pemilu bakal membuka babak baru Brexit di bawah Perdana Menteri Boris Johnson atau mendorong Inggris menuju refendum lain yang pada akhirnya dapat membalikkan keputusan untuk meninggalkan Uni Eropa (UE).

Setelah gagal merealisasikan Brexit pada batas waktu 31 Oktober 2019, Johnson menyerukan pemilihan untuk mematahkan apa yang disebutnya sebagai kelumpuhan politik, yang telah berdampak banyak pada kandasnya rencana Inggris meninggalkan Uni Eropa dan melemahkan ekonomi.

Baca Juga: Hasil pemilu Inggris menjadi vitamin bagi poundsterling menghadapi yen Jepang

Johnson yang berusia 55 tahun bertarung dalam pemilu dengan membawa slogan Tuntaskan Brexit untuk mengakhiri kebuntuan dan membelanjakan lebih banyak anggaran untuk sektor kesehatan, pendidikan dan kepolisian.

Lawan utamanya yakni pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn berusia 70 tahun yang menjanjikan pengeluaran publik lebih tinggi, nasionalisasi, pemungutan pajak atas orang kaya dan referendum lain tentang Brexit.

Reuters, Kamis (12/12), melaporkan, seluruh jajak pendapat utama memprediksi Johnson akan menang, meskipun para jajak pendapat menilai referendum 2016 sebagai satu kesalahan.

Tujuh jajak pendapat menjelang pemilihan yang diterbitkan pada Rabu (11/12) menunjukan Partai Konservatif mengungguli Partai Buruh dengan rata-rata hampir 10 poin meskipun Partai Buruh mempersempit jarak di antaranya.

Baca Juga: Apa yang dilakukan Trump sebelum 15 Desember jadi kartu liar bagi market

"Kami dapat memiliki pemerintahan mayoritas konservatif yang akan menyelesaikan Brexit dan mengeluarkan potensi Inggris," kata Johnson kepada para pendukungnya. Pemilihan ini, menurutnya, adalah kesempatan emas bagi Inggris untuk mengakhiri kebuntuan politik yang terjadi.

Corbyn mengatakan, Partai Konservatif adalah partai orang kaya sementara Partai Buruh mewakili banyak suara rakyat.

"Anda dapat memilih keputusasaan dan memilih ketidakjujuran pemerintah ini, atau Anda dapat memilih buruh dan mendapatkan pemerintah yang dapat membawa harapan ke masa depan," katanya.

Pemungutan suara akan dibuka pada 0700 GMT dan akan ditutup pada 2200 GMT. Sementara hasil resmi mulai masuk pada 2300 GMt hingga 0500 GMT.

Meski Boris Johnson kemungkinan besar akan memimpin Inggris keluar dari Uni Eropa, faktanya urusan Brexit masih jauh dari selesai. Johnson harus menegosiasikan perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa dalam tenggat waktu 11 bulan yang ditentukan sendiri.



TERBARU

[X]
×