kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45908,54   -10,97   -1.19%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ini 2 Resolusi dari Rusia & Brazil untuk Israel & Gaza


Selasa, 17 Oktober 2023 / 06:43 WIB
Ini 2 Resolusi dari Rusia & Brazil untuk Israel & Gaza
ILUSTRASI. Pada Senin (16/10/2023), DK PBB akan melakukan pemungutan suara mengenai rancangan resolusi mengenai Israel dan Gaza. REUTERS/Anas al-Shareef


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA. Pada Senin (16/10/2023), Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan melakukan pemungutan suara mengenai rancangan resolusi mengenai Israel dan Gaza yang sebagian besar berfokus pada situasi kemanusiaan. Belum jelas apakah kedua resolusi tersebut mempunyai peluang untuk diadopsi.

Melansir Reuters, draf teks resolusi telah diserahkan oleh Rusia dan Brasil. Sebuah resolusi memerlukan setidaknya sembilan dari 15 suara anggota untuk disahkan dan tidak ada veto dari Inggris, China, Perancis, Rusia atau Amerika Serikat, yang merupakan lima anggota tetap dewan tersebut.

Amerika Serikat secara tradisional dipastikan akan melindungi sekutunya, Israel, dalam tindakan apa pun yang dilakukan Dewan Keamanan. 

Seorang juru bicara misi AS untuk PBB menolak berkomentar ketika ditanya tentang pemungutan suara yang akan dilakukan.

Rancangan Rusia menyerukan gencatan senjata kemanusiaan. Sedangkan rancangan Brasil menyerukan jeda kemanusiaan untuk memungkinkan akses bantuan. 

Keduanya mengutuk kekerasan dan permusuhan terhadap warga sipil dan semua tindakan terorisme serta menyerukan pembebasan sandera.

Baca Juga: China: Tindakan Israel Sudah Melampaui Batas Membela Diri

Rancangan undang-undang di Brazil mengecam militan Palestina Hamas atas serangannya terhadap Israel. Sedangkan rancangan Rusia tidak menyebutkan nama Hamas, yang menyerang Israel pada 7 Oktober 2023.

Tanpa menyebut nama Israel, teks di Brazil juga menyerukan pembatalan perintah Israel bagi warga sipil dan staf PBB di Jalur Gaza utara untuk pindah ke Gaza selatan.

“Kami yakin bahwa rancangan kami lebih memenuhi kebutuhan kemanusiaan penduduk sipil di Gaza dan tidak mengandung unsur politik yang dapat memecah belah anggota DK PBB dan mempengaruhi perannya dalam penyelesaian krisis ini,” jelas wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy diposting di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

Baca Juga: Antisipasi Konflik di Timur Tengah, Pemerintah Gencar Cari Sumber Minyak

Sebelumnya, Israel telah bersumpah untuk memusnahkan Hamas – yang menguasai Jalur Gaza – setelah para pejuangnya menyerbu kota-kota Israel, menewaskan 1.300 orang dan menyandera ratusan lainnya dalam serangan terburuk terhadap warga sipil dalam 75 tahun sejarah Israel.

Israel sedang mempersiapkan serangan darat di Gaza sambil melakukan pemboman paling intens yang pernah terjadi di jalur tersebut, sehingga membuat wilayah kantong tersebut dikepung total. Pihak berwenang Gaza mengatakan sedikitnya 2.750 orang telah tewas.

Pasukan Israel terus membombardir Gaza pada hari Senin setelah upaya diplomatik untuk mengatur gencatan senjata yang memungkinkan pemegang paspor asing untuk pergi dan bantuan untuk dibawa ke wilayah Palestina yang terkepung gagal.

Selanjutnya: KPU: Anies-Cak Imin Daftar Capres-Cawapres Pemilu 2024 pada Kamis (19/10)

Menarik Dibaca: Resep Masakan Ayam Rica dengan Taburan Daun Kemangi yang Bikin Harum




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×