kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ini informasi langsung dari KJRI Sydney


Senin, 15 Desember 2014 / 10:50 WIB
Ini informasi langsung dari KJRI Sydney
Posman Sibuea, Guru Besar Tetap Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Unika Santo Thomas Sumatera Utara.dok.pribadi


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SYDNEY. Situasi Kota Sydney saat ini cukup mencekam. Pasalnya, sekelompok orang bersenjata menyanderapuluhan orang di sebuah kafe di Martin Place Sydney sejak pagi tadi.

Berdasarkan informasi dari staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney Yayan Mulyana dari Sydney, pukul 9.30 waktu Sydney, sekitar 4 orang bersenjata memasuki Lindt Chocolate Cafe di Martin Place, pusatnya CBD, dan menyandera sekitar 12 orang.

Dikabarkan, semua sandera dipaksa memegang banner bertuliskan syahadat.

Pihak KJRI di Sydney mengaku sudah mengontak AFP dan NSW Police serta counter intelligence unit untuk perlindungan jika ternyata ada Warga Negara Indonesia yang tersandera di dalam kafe tersebut. "Terkait hal ini, kami sudah bertemu langsung dengan pihak berwenang," jelas Yayan melalui pesan singkat yang diterima KONTAN.

Situasi terakhir, saat ini, pihak berwenang sedang bernegosiasi dengan penyandera yang menuntut untuk berbicara dengan Perdana Menteri Tony Abbott.

Untuk berjaga-jaga atas situasi yang tidak diinginkan, pihak KJRI di Sydney sudah memberikan imbauan ke WNI di Sydney -baik langsung maupun via media sosial- dan kontak tokoh-tokoh agama dan masyarakat di Sydney, agar menjauhi lokasi kejadian.




TERBARU

[X]
×