kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Investasi Jerman Bergeser, China Jadi Pilihan


Minggu, 13 September 2026 / 15:55 WIB
Investasi Jerman Bergeser, China Jadi Pilihan
ILUSTRASI. Bendera China dan Jerman (Dok/china-briefing.com)


Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – BERLIN. Perusahaan-perusahaan Jerman mengalihkan investasi dari Amerika Serikat (AS) ke China. Pada paruh pertama 2026, investasi Jerman di China meningkat sepertiga, sedangkan investasi di AS anjlok hampir dua pertiga.

Berdasarkan studi Institut Ekonomi Jerman (IW) yang mengacu pada data Bundesbank, perusahaan Jerman menambah investasi di China sebesar €5,6 miliar atau sekitar US$6,5 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Mengutip laporan Reuters (13/9), Ekonom IW Juergen Matthes mengatakan China tetap menjadi pasar penting bagi perusahaan Jerman. Selain sebagai pasar penjualan, China juga menjadi tempat bagi perusahaan Jerman memperkuat daya saing menghadapi kompetitor lokal.

Menurut Matthes, subsidi pemerintah dan nilai yuan yang dinilai terlalu rendah membuat biaya produksi di China relatif murah. Kondisi ini mendorong perusahaan Jerman memperluas kegiatan produksi di China agar mampu bersaing di pasar global.

Baca Juga: AS Kenakan Tarif Tinggi Panel Surya Asia, Indonesia Dapat Tarif hingga 173%

Namun, peningkatan investasi tersebut berisiko mempercepat pergeseran aktivitas produksi dan lapangan kerja dari Jerman ke China. Kondisi ini menjadi tantangan bagi industri Jerman dalam mempertahankan basis produksinya di dalam negeri.

Matthes menilai Uni Eropa perlu merespons praktik perdagangan yang dianggap tidak adil tersebut. Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah menerapkan bea masuk penyeimbang terhadap produk impor dari China.

Sementara itu, investasi perusahaan Jerman di AS turun hampir dua pertiga menjadi sekitar €4,3 miliar pada paruh pertama 2026. Penurunan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dan kebijakan tarif AS di bawah Presiden Donald Trump.

Perubahan tersebut menunjukkan perusahaan Jerman mulai menata ulang strategi investasinya di tengah ketidakpastian perdagangan global. China tetap menarik karena pasar dan basis produksinya, sedangkan kebijakan tarif AS meningkatkan risiko ekspansi di negara tersebut.

Baca Juga: Kebangkrutan Perusahaan di Jerman Capai Level Tertinggi dalam 13 Tahun


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×