kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.826   -2,00   -0,01%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Investor menyerbu obligasi Inaugural perdana IDA


Rabu, 18 April 2018 / 07:05 WIB
Investor menyerbu obligasi Inaugural perdana IDA
ILUSTRASI. logo of the World Bank


Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON DC. Upaya pencarian dana dengan aneka produk baru di pasar keuangan terus muncul. Asosiasi Pembangunan Internasional atau International Development Association (IDA), salah satu lembaga di bawah Bank Dunia, baru saja meluncurkan Inaugural Bond perdananya, Selasa,( 17/4).

Meski baru pertama meluncur, Inaugural Bond dari lembaga internasional yang memberi pinjaman untuk negara-negara termiskin dunia ini menyerap dana US$ 1,5 miliar, dari total penawaran yang masuk mencapai US$ 4,6 miliar.

Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan, dengan obligasi ini, IDA bisa membantu mengatasi beberapa tantangan terbesar dunia dan membantu jutaan orang untuk keluar dari kemiskinan.

Obligasi dengan jangka waktu lima tahun ini mendapat peringkat AAA, dengan harga 19,6 basis poin lebih tinggi dari obligasi lima tahun yang dikeluarkan pemerintah. Barclays, BNP Paribas, JPMorgan dan Nomura menjadi arranger dalam penerbitan obligasi perdana IDA ini.

Dengan pemegang saham utama termasuk AS, Jepang, Inggris, Jerman dan Prancis, IDA memberikan pinjaman kepada 75 negara termiskin di dunia. Adapun total ekuitas IDA Juni 2017 mencapai $ 158,5 miliar.

Jim Yong Kim menambahkan, kehadiran obligasi juga memungkinkan IDA untuk memanfaatkan kekuatan pasar modal dalam pencarian pendanaan. Apalagi, pemegang saham utama juga sepakat untuk mengubah model pembiayaan IDA, yakni dengan memanfaatkan pasar modal untuk memelopori model baru dalam pembiayaan pembangunan dengan menggabungkan kekuaaan pendanaan dari negara-negara donor.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×