Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - BAGHDAD. Irak memproduksi lebih dari 5 juta barel minyak per hari (bpd), kata Menteri Perminyakan Basim Mohammed kepada kantor berita pemerintah INA pada Sabtu (7/11).
Irak saat ini tengah berupaya mendapatkan kuota produksi yang lebih tinggi dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Langkah tersebut dilakukan di tengah tekanan ekonomi akibat perang Iran dan meningkatnya investasi perusahaan-perusahaan minyak besar yang mendorong Baghdad untuk meningkatkan produksi.
Baca Juga: Pemilu Selandia Baru Ketat, Partai Nasional dan Buruh Bersaing Sengit
Namun, upaya tersebut berpotensi menimbulkan perbedaan kepentingan dengan negara-negara anggota OPEC lainnya terkait pengaturan produksi minyak.
Konflik tersebut memberikan dampak besar terhadap perekonomian Irak. Perang memaksa negara itu memangkas ekspor minyak dalam jumlah besar sehingga mengurangi pendapatan negara.
Padahal, minyak merupakan sumber utama penerimaan pemerintah Irak. Pendapatan dari sektor minyak menyumbang 88% dari total pendapatan pemerintah pada tahun lalu.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan Arab Saudi, yang pendapatan minyaknya menyumbang sekitar 55% dari total penerimaan pemerintah.













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
