kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Iran dan AS Kompak Redam Ekspektasi Kesepakatan Damai dalam Waktu Dekat


Senin, 25 Mei 2026 / 16:28 WIB
Iran dan AS Kompak Redam Ekspektasi Kesepakatan Damai dalam Waktu Dekat
ILUSTRASI. Bendera AS-Iran. (DW.com/DW)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Iran dan Amerika Serikat (AS) sama-sama meredam ekspektasi tercapainya terobosan cepat dalam konflik yang telah berlangsung tiga bulan terakhir.

Kedua pihak menegaskan bahwa peluang kesepakatan damai dalam waktu dekat masih belum pasti.

Baca Juga: UPDATE-Dolar AS Melemah di Tengah Optimisme Kesepakatan Pembukaan Selat Hormuz

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, Washington akan memberikan ruang sepenuhnya bagi diplomasi untuk bekerja, sebelum mempertimbangkan opsi lain jika perundingan gagal.

“Akan ada kesepakatan yang baik, atau kami akan menangani situasi ini dengan cara lain,” ujar Rubio kepada wartawan di New Delhi dilansir.

Ia menambahkan bahwa AS tetap membuka peluang perundingan, namun tidak akan terburu-buru mengambil keputusan.

Rubio juga menyebut terdapat “kerangka awal yang cukup solid” terkait kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz serta dimulainya negosiasi terbatas mengenai isu nuklir Iran.

Baca Juga: Nikkei Cetak Rekor di 65.000, Optimisme Damai Iran Bawa Lonjakan Saham Jepang

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Teheran saat ini tengah membahas upaya mengakhiri konflik, namun belum memasuki pembahasan detail terkait program nuklir.

Juru bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa meskipun sebuah kerangka kesepakatan telah dibahas, belum ada tanda bahwa kesepakatan final akan segera tercapai.

Ia juga menegaskan bahwa dokumen awal tersebut tidak memuat rincian spesifik mengenai pengelolaan Selat Hormuz.

Sehari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa blokade AS terhadap kapal Iran di Selat Hormuz akan tetap diberlakukan hingga kesepakatan resmi dicapai dan ditandatangani. Ia juga meminta kedua pihak untuk tidak tergesa-gesa dalam proses negosiasi.

Baca Juga: Bank Sentral Singapura Gandeng Industri, Permudah Aplikasi Rekening Bank Swasta

Sementara itu, harga minyak dunia sempat turun sekitar 5% ke level terendah dalam dua minggu, dipicu optimisme bahwa kedua negara semakin dekat dengan kesepakatan damai yang dapat meredakan ketegangan di kawasan.

Namun demikian, sejumlah isu utama masih menjadi ganjalan, termasuk program nuklir Iran, konflik Israel di Lebanon, serta tuntutan Iran terkait pencabutan sanksi dan pembebasan aset minyak yang dibekukan di luar negeri.

Seorang pejabat senior pemerintahan AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa Iran disebut telah menyetujui secara prinsip pembukaan Selat Hormuz dengan imbalan pencabutan blokade laut oleh AS serta pengelolaan stok uranium yang diperkaya.

Pejabat tersebut juga menyebut bahwa kerangka perjanjian memberikan waktu sekitar 60 hari bagi negosiator untuk mencapai kesepakatan final.

Baca Juga: Tiga Kapal Tanker Timur Tengah Keluar dari Selat Hormuz Menuju Pakistan dan China

Iran sendiri menegaskan bahwa mereka tidak berniat mengenakan biaya tol untuk jalur pelayaran di Selat Hormuz, meski tetap membuka kemungkinan adanya biaya layanan navigasi.

Iran selama ini membantah tuduhan AS dan Israel terkait pengembangan senjata nuklir, dan menegaskan bahwa program pengayaan uraniumnya ditujukan untuk tujuan sipil.

Presiden Trump sebelumnya juga kembali menegaskan sikapnya, bahwa kesepakatan dengan Iran harus “baik dan tepat”, sembari menyindir kritik terhadap proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Ketegangan antara kedua negara masih berpotensi memengaruhi pasar energi global, yang dalam beberapa bulan terakhir terdampak lonjakan harga bahan bakar, pupuk, dan pangan akibat konflik berkepanjangan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×