kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.940   1,00   0,01%
  • IDX 6.308   9,43   0,15%
  • KOMPAS100 820   1,23   0,15%
  • LQ45 624   1,20   0,19%
  • ISSI 219   0,06   0,03%
  • IDX30 346   0,65   0,19%
  • IDXHIDIV20 431   1,29   0,30%
  • IDX80 94   0,15   0,16%
  • IDXV30 118   0,18   0,15%
  • IDXQ30 111   0,28   0,25%

Jarang Disampaikan, Mufti Besar Saudi Serukan Tentara Kerajaan untuk Perangi Houthi


Jumat, 25 September 2026 / 08:45 WIB
Jarang Disampaikan, Mufti Besar Saudi Serukan Tentara Kerajaan untuk Perangi Houthi
ILUSTRASI. Otoritas keagamaan tertinggi Arab Saudi menyerukan kepada para tentara di kerajaan itu agar siap mengorbankan nyawa demi memerangi kelompok Houthi (KONTAN/Fenie Chintya)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - RIYADH. Serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi membuat ulama besar atau Mufti Arab Saudi ikut menyampaikan pesan khusus kepada tentara Saudi.

Otoritas keagamaan tertinggi Arab Saudi menyerukan kepada para tentara di kerajaan itu agar siap mengorbankan nyawa demi memerangi kelompok Houthi yang didukung Iran hingga kelompok tersebut digulingkan dari kekuasaan. Demikian bunyi pernyataan yang dimuat kantor berita negara Saudi.

Pesan yang jarang disampaikan dan bernada tegas dari Mufti Besar Saudi, Syekh Saleh bin Fawzan Al-Fawzan, ini ditujukan kepada para tentara yang ditempatkan di perbatasan negara. Pesan tersebut banyak merujuk pada ayat-ayat Al-Qur'an serta hadis Nabi Muhammad mengenai pengorbanan dan perjuangan demi membela Allah.

Seruan ini muncul setelah berminggu-minggu terjadinya eskalasi kekerasan antara Arab Saudi dan Houthi, di mana kelompok yang didukung Iran tersebut menyerang kerajaan itu dengan rentetan rudal dan pesawat nirawak, sementara Arab Saudi membalasnya dengan serangan udara.

Para pengamat mempertanyakan apakah Arab Saudi akan meluncurkan operasi militer yang lebih luas bersama pasukan pemerintah Yaman yang didukungnya.

"Melindungi bangsa yang agung ini... dan menghukum siapa pun yang mencoba mengusik bahkan sejengkal pun wilayahnya merupakan salah satu kewajiban terbesar dan tindakan pengabdian yang paling mulia, yang karenanya nyawa dan jiwa boleh dikorbankan demi meraih ridha Allah," demikian bunyi pernyataan yang dirilis pada Kamis malam tersebut, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Jumat (25/9), Pasar Timbang Harapan Gencatan Senjata AS-Iran

Menegakkan otoritas pemerintah Yaman—yang diakui secara internasional dan didukung Saudi—di seluruh wilayah negara merupakan "salah satu kewajiban yang paling mendesak," tambah pernyataan itu.

Pasukan pemerintah Yaman kehilangan kendali atas jalur perairan vital Bab el-Mandeb ke tangan Houthi dua minggu lalu. Hal ini menjadi pukulan bagi kerajaan tersebut, yang telah terjebak dalam konflik sejak 2015 setelah meluncurkan operasi yang gagal untuk menggulingkan Houthi dari ibu kota Yaman, Sanaa.

Pertempuran baru-baru ini merupakan babak terkini dari perang saudara selama 12 tahun di Yaman—yang sebagian besar sempat mereda sejak tahun 2022 namun kini kembali memanas dan terkait dengan konflik yang lebih luas yang melibatkan Iran.

"Kami memohon kepada Allah Yang Mahakuasa agar melimpahkan dukungan-Nya kepada Anda semua, serta melindungi negara-negara kita dan Yaman yang kita cintai dari segala marabahaya. Kami juga memohon kepada-Nya agar mendatangkan kekalahan telak bagi kelompok Houthi beserta pihak-pihak yang membantu dan mendukung mereka," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Surat dari Mufti ini menambah narasi bernuansa keagamaan yang kian menguat dari pihak berwenang di kerajaan Muslim Sunni yang konservatif tersebut, yang bertujuan mendiskreditkan kelompok Houthi—kelompok yang menganut aliran Islam yang berbeda.

Dalam beberapa pekan terakhir, televisi pemerintah telah menayangkan rekaman dugaan serangan Houthi terhadap sebuah masjid di wilayah selatan kerajaan; pihak berwenang juga menuduh Houthi melancarkan serangan ke Mekkah, situs paling suci dalam Islam.

"Merupakan kewajiban bagi Anda, wahai saudara-saudara yang bertugas di garis depan, untuk senantiasa siaga dalam menjalankan tugas, mematuhi para pemimpin serta komandan lapangan, dan melaksanakan perintah dengan ketepatan tinggi, sebagaimana Allah Yang Mahakuasa memerintahkan para sahabat Nabi-Nya untuk melakukannya," lanjut pernyataan itu.

"Anda sedang mengikuti jejak para sahabat Nabi dalam membela tempat-tempat suci umat Islam."

Baca Juga: Presiden Iran: AS yang Menentukan Kapan Perang Berakhir




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×