kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,36   -7,11   -0.75%
  • EMAS918.000 -0,54%
  • RD.SAHAM -0.35%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.19%

Joe Biden akan membatalkan izin pipa minyak Keystone XL di hari pertama menjabat


Senin, 18 Januari 2021 / 07:49 WIB
Joe Biden akan membatalkan izin pipa minyak Keystone XL di hari pertama menjabat
ILUSTRASI. Presiden terpilih AS Joe Biden

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden terpilih Amerika Serikat (AS)  Joe Biden dikabarkan berencana untuk membatalkan izin pipa minyak Keystone XL. 

Seperti dikutip dari Reuters, CBC News melaporkan, kebijakan ini bakal menjadi tindakan eksekutif Biden saat hari pertamanya menjabat sebagai presiden. 

Hal ini terungkap dari catatan singkat yang berasal dari tim transisi Biden yang diedarkan secara luas selama akhir pekan setelah dibagikan oleh tim kepresidenan.

Kata-kata "Batalkan izin pipa Keystone XL" muncul di daftar tindakan eksekutif yang kemungkinan dijadwalkan untuk hari pertama kepresidenan Biden, menurut laporan tersebut. 

Baca Juga: Pelantikan Biden: Seluruh 50 negara bagian AS waspada terhadap unjuk rasa bersenjata!

Namun, hingga saat ini tim transisi Biden tidak segera menanggapi permintaan komentar atas laporan tersebut.

Asal tahu saja, pipa Keystone dioperasikan oleh TC Energy Corp. Proyek senilai US$ 9 miliar ini akan memindahkan minyak dari provinsi Alberta ke Nebraska. Namun selama ini proyek tersebut terhambat karena banyaknya masalah hukum.

Proyek pipa minyak ini memang sudah terkatung-katung sejak lama. Sebelumnya, mantan Presiden dari Partai Demokrat Barack Obama menghentikan proyek itu pada 2015. 

Dia beralasan, proyek pipa minyak ini lebih menguntungkan bagi Kanada karena akan meraup sebagian besar manfaat ekonomi. Selain itu, Obama juga menilai proyek itu akan menambah emisi gas rumah kaca.

Namun, Presiden dari Partai Republik Donald Trump mengeluarkan izin presiden pada tahun 2017 yang memungkinkan garis untuk bergerak maju dalam pembangunan proyek pipa minyak. Hal ini membuat beberapa kelompok lingkungan menuntut pemerintah AS.

 

Selanjutnya: Bank menekan biaya dana, deposito mulai susut

 




TERBARU

[X]
×