Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - CEO Apple John Ternus mengungkap sejumlah cerita di balik pengembangan iPhone Duo, seri ponsel lipat yang dikembangkan selama 15 tahun.
Dalam wawancara dengan TIME, Ternus membahas proses panjang Apple mengembangkan perangkat lipat, termasuk alasan perusahaan tidak terburu-buru mengikuti produsen lain yang lebih dulu memasuki pasar foldable.
Apple resmi memperkenalkan iPhone Duo pada September 2026. Ponsel tersebut menjadi iPhone lipat pertama perusahaan dan akan mulai tersedia untuk konsumen pada 23 Oktober 2026.
Baca Juga: Strategi John Ternus di Apple: Produk Baru Lebih Banyak, Rilis Lebih Sering
John Ternus Kembangkan Teknologi iPhone Lipat Sejak 2011
Ternus terlibat dalam pekerjaan awal terkait perangkat lipat di Apple sejak 2011. Saat itu, ia bersama lima insinyur lainnya mengajukan paten untuk perangkat elektronik yang dapat dilipat.
Menurut Ternus, tim Apple saat itu sudah memperkirakan bahwa teknologi layar OLED pada akhirnya akan berkembang menjadi cukup fleksibel untuk digunakan pada perangkat semacam itu.
“Saat itu terasa jelas bahwa pada akhirnya kita akan sampai pada titik ketika layar OLED bisa menjadi fleksibel,” ujar Ternus dalam wawancara dengan TIME.
Meski demikian, Apple tidak langsung membawa teknologi tersebut ke pasar.
Baca Juga: Baru Tiga Minggu Jadi CEO, John Ternus Sukses Bawa Saham Apple Cetak Rekor
Tak Mau Buat Ponsel Lipat yang Dianggap Murahan
Salah satu alasan Apple membutuhkan waktu panjang adalah standar desain dan manufaktur yang ingin dicapai.
Ternus mengaku tidak terlalu terkesan dengan sejumlah perangkat foldable generasi awal yang beredar pada 2010-an.
“Contoh-contoh lain di dunia terasa agak murahan dan buruk,” kata Ternus.
Singkatnya, Apple ingin mengembangkan perangkat dengan desain, material, mekanisme engsel, serta layar yang sesuai dengan standar produknya.
Apple akhirnya memperkenalkan iPhone Duo dengan layar bagian dalam 7,6 inci dan layar luar 5,4 inci.
Perangkat ini juga menggunakan engsel presisi serta lapisan nano-texture yang dirancang untuk mengurangi pantulan dan membuat lipatan layar lebih sulit terlihat.
Baca Juga: Gaji John Ternus Jadi CEO Apple Capai Rp1 Triliun, Ini Rinciannya
Apple Habiskan Waktu untuk Sempurnakan Layar dan Engsel
Wakil Presiden Product Design Apple Richard Dinh menceritakan bagaimana Ternus mendorong tim untuk tidak mengambil jalan pintas selama proses pengembangan iPhone Duo.
Dinh sempat bertanya apakah Apple perlu menggunakan material permukaan yang serupa dengan produk foldable pesaing. Ternus kemudian meminta tim untuk terus mencari solusi yang lebih baik.
Pernyataan itu membuat tim Apple terus mengembangkan teknologi baru, termasuk material nano-texture yang digunakan pada layar iPhone Duo.
Mengutip 9to5Mac, Apple juga mengembangkan engsel dengan lebih dari 100 komponen presisi berukuran kecil.
Kombinasi teknologi tersebut ditujukan untuk menghasilkan pengalaman penggunaan yang berbeda dari perangkat foldable yang sudah lebih dulu beredar.
Apple menyebut iPhone Duo memiliki desain engsel presisi yang memberikan pengalaman membuka dan menutup perangkat secara mulus.
Baca Juga: CEO Baru Apple John Ternus, Ini Kiprah dan Produk yang Pernah Ditanganinya














